ACEH UTARA – Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 5 Universitas Malikussaleh menggelar kegiatan edukasi door to door mengenai pentingnya pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif di Dusun Paloh Sawang, Gampong Reuleut Barat, pada Senin (28/7/2025). Mengusung tema “ASI Eksklusif untuk Generasi Sehat dan Cerdas!”, kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi langsung rumah warga yang telah didata sebelumnya oleh pihak desa.
Konsep door to door dipilih agar edukasi dapat disampaikan secara personal, memungkinkan para ibu lebih leluasa bertanya dan berbagi pengalaman seputar proses menyusui tanpa rasa malu. Setiap kunjungan dilakukan oleh dua hingga tiga anggota kelompok KKN-PPM dengan membawa media edukasi berupa booklet, poster visual, dan boneka bayi untuk praktik posisi menyusui yang benar.
Materi edukasi disampaikan langsung oleh mahasiswa kedokteran Elsa Riskon Jalilah dan Putri Saila Farha. Mereka memberikan penjelasan seputar manfaat ASI eksklusif selama enam bulan, keunggulan ASI dibanding susu formula, teknik menyusui yang benar, serta tips mengatasi masalah umum seperti puting lecet dan ASI tidak lancar. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu.
Beberapa ibu juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan posisi menyusui menggunakan boneka simulasi. Antusiasme warga terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Suryati, salah satu peserta, mengungkapkan rasa terbantunya dengan kegiatan ini.
“Edukasi seperti ini sangat membantu karena langsung menyasar kebutuhan kami, apalagi tidak semua dari kami punya kesempatan mengikuti penyuluhan di fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Ketua Kelompok 5, Aziz Lubis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan ibu dan anak di desa.
“Melalui edukasi langsung ke rumah, kami ingin memastikan informasi tentang pentingnya ASI eksklusif bisa diterima oleh seluruh ibu, terutama yang tidak sempat datang ke posyandu atau puskesmas,” tuturnya.
Pihak desa turut mengapresiasi pendekatan door to door yang dinilai lebih efektif dan menyentuh masyarakat secara langsung. Di akhir kegiatan, para ibu menerima booklet panduan menyusui dan bingkisan untuk ibu hamil dan menyusui. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama setiap keluarga yang dikunjungi.[]
