Jakarta — Pasukan Israel kembali mencegat kapal-kapal bantuan kemanusiaan yang menuju Jalur Gaza. Dalam insiden terbaru, armada Global Sumud Flotilla (GSF) dihentikan di perairan internasional dan para aktivis di dalamnya diamankan.
Dalam pernyataan resminya, Global Sumud Flotilla menyebut tindakan tersebut sebagai eskalasi serius. Mereka menilai pencegatan dan penahanan warga sipil di tengah Laut Mediterania sebagai langkah berbahaya yang melanggar prinsip kemanusiaan.
Armada bantuan ini diketahui berangkat dari Barcelona dengan melibatkan sekitar 65 kapal dan ratusan relawan dari lebih 70 negara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan pelacakan internal GSF, puluhan kapal telah dicegat di perairan barat Kreta.
Pihak Israel tidak membantah penahanan tersebut. Dalam keterangan resmi, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut sekitar 175 aktivis dari sekitar 20 kapal telah dibawa ke wilayah Israel.
Di antara para aktivis yang ditahan, terdapat sejumlah warga Malaysia. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengecam keras tindakan tersebut.
“Saya mengutuk tindakan keji rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” ujar Anwar. Ia menilai langkah tersebut melanggar hukum laut internasional dan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Anwar juga mendesak agar keselamatan para aktivis, termasuk warga Malaysia yang dilaporkan terputus komunikasi, segera dijamin. Pemerintah Malaysia meminta semua pihak bertindak cepat guna mencegah potensi kekerasan terhadap para relawan.
Insiden ini kembali menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama terkait akses bantuan kemanusiaan ke Gaza yang hingga kini masih menjadi sorotan dunia internasional.[CNN]
