-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PIM Tanam 2.000 Pohon dan Konservasi Terumbu Karang Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Juli 02, 2026 Last Updated 2026-07-02T08:43:53Z


Aceh Utara –
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan melaksanakan berbagai aksi nyata bertema "Saatnya Bekerja untuk Iklim". Melalui program penanaman 2.000 pohon, transplantasi terumbu karang, hingga pemasangan Early Warning System (EWS), perusahaan menegaskan komitmennya dalam mendukung mitigasi perubahan iklim, pelestarian ekosistem, serta peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana.

Program yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Aceh tersebut menjadi bagian dari upaya PIM mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Perubahan pola cuaca, meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi, serta menurunnya kualitas lingkungan menjadi alasan penting perlunya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian alam.

Salah satu kegiatan utama adalah penanaman 2.000 bibit pohon produktif yang terdiri atas mangga, kelapa hibrida, jengkol, aren, matoa, bambu, ingul, dan kayu manis. Bibit tersebut ditanam di empat lokasi, yakni Desa Bangka Jaya sebanyak 500 pohon, Kecamatan Sawang 550 pohon, Kecamatan Langkahan 550 pohon, serta lingkungan PT Pupuk Iskandar Muda sebanyak 400 pohon.

Program penghijauan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi, tetapi juga menjadi bagian dari rehabilitasi lahan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Utara. Melalui penanaman pohon, kawasan terdampak diharapkan mampu kembali menjalankan fungsi ekologisnya, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta memperkuat ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim.

PIM juga mengusung konsep Gerakan Satu Rumah Satu Pohon sebagai upaya mengajak masyarakat menanam dan merawat minimal satu pohon produktif di setiap rumah. Selain berperan menyerap karbon dan menghasilkan oksigen, pohon-pohon tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Bagi masyarakat pesisir yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan, keberadaan pohon produktif diharapkan mampu menjadi alternatif sumber penghasilan saat kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melaut. Sementara bagi wilayah yang sebelumnya terdampak banjir, penghijauan diharapkan membantu memulihkan fungsi lahan sekaligus memperbaiki ekosistem. Seluruh kegiatan penanaman pohon mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan aparatur desa sehingga pelaksanaannya berjalan secara terkoordinasi.

Tidak hanya berfokus pada daratan, PIM juga memperluas upaya pelestarian lingkungan melalui transplantasi terumbu karang di perairan Sabang. Program konservasi tersebut menggunakan modul berbentuk laba-laba (spider web) yang dibuat dari tube bekas hasil fabrikasi perusahaan. Inovasi ini menjadi bentuk pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna sekaligus mendukung pemulihan ekosistem laut.

Keberadaan terumbu karang memiliki peran penting sebagai habitat berbagai jenis biota laut, pelindung kawasan pesisir, serta penopang keberlanjutan mata pencaharian masyarakat nelayan. Melalui program ini, PIM berharap kualitas ekosistem laut dapat terus terjaga.

Sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, perusahaan juga memasang Early Warning System (EWS) di wilayah yang membutuhkan. Sistem peringatan dini tersebut diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga langkah-langkah adaptasi terhadap perubahan iklim dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Vice President K3LH PT Pupuk Iskandar Muda, Usman, mengatakan perubahan iklim merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata. Melalui penanaman pohon, konservasi ekosistem laut, dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat, kami ingin menghadirkan kontribusi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus kehidupan masyarakat. Perubahan besar selalu diawali oleh langkah-langkah yang dilakukan secara bersama," ujarnya.

Usman juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, mitra, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program ini. Kami berharap berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang," katanya.[]

×
Berita Terbaru Update