Takengon – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah sejak Minggu (28/6) sore memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Akibatnya, akses transportasi di beberapa ruas jalan sempat terganggu, sementara permukiman warga di sejumlah kecamatan turut terdampak luapan air sungai.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan melanda Kecamatan Celala, Bintang, Pegasing, serta Lut Tawar.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap hingga merendam sejumlah kawasan permukiman. Pada saat yang sama, longsor juga terjadi di beberapa titik jalan akibat kondisi tanah yang labil.
Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Pegasing dengan Kecamatan Celala sempat terputus selama sekitar dua jam setelah material longsor menutup badan jalan. Sementara itu, Jalan Provinsi Lingkar Danau Lut Tawar juga mengalami longsor dan genangan air di sejumlah titik sehingga menghambat arus lalu lintas.
Meski menimbulkan gangguan terhadap mobilitas masyarakat, hingga Senin (29/6) siang belum ada laporan mengenai korban jiwa, warga yang mengungsi, maupun kerusakan berat pada permukiman.
Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) ke lokasi terdampak untuk melakukan asesmen, pendataan, serta penanganan darurat.
Selain itu, dua unit alat berat diterjunkan guna membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan agar akses transportasi dapat segera dipulihkan.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST., MT., mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Aceh Tengah guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus mempercepat pemulihan akses di wilayah terdampak.
"Kami mengapresiasi langkah cepat BPBD Kabupaten Aceh Tengah yang langsung menerjunkan personel TRC-PB dan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Saat ini fokus utama adalah memastikan keselamatan masyarakat, menjaga kelancaran akses transportasi, serta terus memantau perkembangan kondisi di lapangan," ujar Bahron Bakti.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan petugas di lapangan menjadi kunci dalam mempercepat penanganan bencana, terutama saat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Berdasarkan perkembangan terakhir, hujan di wilayah Aceh Tengah telah reda dan sebagian besar ruas jalan yang sebelumnya tertutup material longsor kini sudah dapat dilalui kembali. Meski demikian, petugas masih bersiaga dan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan banjir dan longsor sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
BPBA juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah lereng perbukitan maupun di sepanjang aliran sungai, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan berlangsung serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda longsor maupun kenaikan debit air sungai yang membahayakan.[]
