-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KSR PMI UIN SUNA Bantu Sukseskan Donor Darah Milad Ke-4 BFLF, Terkumpul 62 Kantong Darah

Juni 23, 2026 Last Updated 2026-06-23T01:14:16Z


Lhokseumawe
– Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit 08 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe turut mengambil peran dalam menyukseskan kegiatan donor darah yang digelar dalam rangka Milad ke-4 Blood For Life Foundation (BFLF) Lhokseumawe-Aceh Utara.

Dalam kegiatan tersebut, relawan KSR PMI Unit 08 bertugas memfasilitasi proses pendataan dan pengisian kuesioner kesehatan para peserta sebelum menjalani tahapan pemeriksaan medis. Dari kegiatan kemanusiaan itu berhasil terkumpul sebanyak 62 kantong darah yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Komandan KSR PMI Unit 08 UIN SUNA Lhokseumawe, Lufita Agnessa Helsinky, mengatakan bahwa proses pendataan dan skrining kesehatan merupakan tahapan penting dalam pelaksanaan donor darah.

“Melalui pengisian data dan kuesioner kesehatan, petugas dapat mengetahui kondisi pendonor serta memastikan darah yang disumbangkan aman dan layak digunakan bagi pasien yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, tahapan skrining awal dilakukan untuk meminimalisasi risiko penularan penyakit melalui transfusi darah sekaligus memastikan kelayakan medis pendonor, seperti usia, berat badan, tekanan darah, dan jarak waktu donor sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya, KSR PMI Unit 08 UIN SUNA Lhokseumawe juga berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Bisnis Politeknik Negeri Lhokseumawe. Sinergi tersebut dilakukan dalam proses administrasi dan pendataan peserta donor guna memastikan pelayanan berjalan tertib dan efektif.

Selain menjamin keamanan darah bagi penerima, proses pendataan juga berfungsi melindungi kesehatan pendonor. Informasi kesehatan yang diberikan membantu petugas memastikan kondisi tubuh peserta berada dalam keadaan yang memungkinkan untuk melakukan donor sehingga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan pascadonor.

Panitia Donor Darah BFLF, Mutia Sari, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dan antusiasme masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Donor darah bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk berkontribusi membantu memenuhi kebutuhan darah. Mulai dari pendataan, pemeriksaan kesehatan hingga proses donor, semuanya memiliki peran penting untuk menjaga keselamatan pendonor maupun penerima darah,” katanya.

Mutia berharap kegiatan donor darah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar ketersediaan stok darah di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara tetap terjaga serta semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor sukarela.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi kemanusiaan, mahasiswa, dan masyarakat mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan kesehatan serta memperkuat semangat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

×
Berita Terbaru Update