-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Air Bersih dan Dukungan Psikososial, Harapan Baru bagi Warga Terdampak Banjir

Februari 24, 2026 Last Updated 2026-02-24T16:53:56Z

Aceh Utara
— Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025 masih menyisakan persoalan serius bagi masyarakat. Hingga Februari 2026, sebagian sumur warga dan jaringan air rumah tangga belum sepenuhnya pulih, bahkan masih berisiko tercemar, sehingga akses terhadap air bersih dan air layak minum menjadi tantangan utama di wilayah terdampak.

Sebagai bentuk respons berkelanjutan, distribusi air bersih siap minum kembali digelar sepanjang Februari 2026 guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah proses pemulihan pascabencana.


Kegiatan ini menyasar empat desa terdampak, yakni Desa Matang Serdang dan Desa Matang Seuke Pulot di Kecamatan Tanah Jamboe Aye, serta Desa Alue Anoe Timu dan Desa Alue Anoe Barat di Kecamatan Baktiya. Warga yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan tersebut.

Selama Februari, distribusi air bersih telah dilaksanakan sebanyak delapan kali, masing-masing dengan kapasitas 2.000 liter. Total 16.000 liter air bersih siap minum berhasil disalurkan kepada masyarakat.
Berdasarkan asumsi kebutuhan air minum sebesar 19 liter per kepala keluarga (KK), bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 842 KK atau setara dengan 2.526 jiwa terdampak banjir.

Tak hanya distribusi air minum, satu unit tangki air berkapasitas 1.000 liter juga diserahkan kepada masyarakat Desa Alue Anoe Barat, Kecamatan Baktiya. Tangki tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan umum masyarakat selama bulan Ramadan, guna mendukung aktivitas ibadah serta pemenuhan kebutuhan air bersih harian di tengah keterbatasan akses air layak konsumsi.

Upaya pemulihan juga diperluas melalui pembangunan Ruang Ramah Anak di Desa Alue Anoe Timu, Kecamatan Baktiya. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang aman dan nyaman bagi anak-anak terdampak banjir untuk bermain, belajar, serta memperoleh dukungan psikososial.

Sejalan dengan itu, sepanjang Februari 2026, Yayasan Geutanyoe turut melaksanakan delapan kali kegiatan dukungan psikososial bagi anak-anak dan masyarakat di keempat desa terdampak. Program ini menjadi bagian penting dalam membantu pemulihan kondisi mental dan emosional warga, khususnya anak-anak yang terdampak bencana.

Koordinator Lapangan Yayasan Geutanyoe, Iskandar, mengatakan bahwa persoalan sanitasi dan ketersediaan air bersih hingga kini masih menjadi masalah serius di sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor di Aceh.

“Sanitasi dan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan utama di sejumlah titik terdampak. Dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, dapat hidup lebih sehat dan aman selama masa pemulihan,” ungkapnya.


Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara, baik dari aspek kesehatan, akses air bersih, maupun perlindungan anak. Dukungan dan kerja sama berbagai pihak diharapkan terus mengalir agar proses pemulihan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat terdampak.[]
×
Berita Terbaru Update