-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Trabas Kemerdekaan, BASTARA Satukan Dewantara dan Banda Baro

Agustus 09, 2025 Last Updated 2025-08-09T05:55:38Z

Deru Mesin dan Semangat Merah Putih: BASTARA Dewantara Satukan Dua Kecamatan Meriahkan HUT RI ke-80

PAGI
itu, Sabtu (9/8/2025), udara di Kecamatan Dewantara terasa segar, membawa aroma tanah basah sisa hujan malam. Di halaman Warung Kopi Kebon Jeruk, Keude Krueng Geukueh, deretan motor trail berjejer rapi. Sebagian besar sudah dilapisi lumpur kering — tanda bahwa pemiliknya bukan orang baru di medan berat. Para rider mengenakan helm, sebagian memakai kacamata pelindung, dan baju berlogo Trabas Trail Dewantara (BASTARA).

Namun, misi mereka kali ini bukan sekadar menaklukkan jalur ekstrem. Bersama jajaran Muspika Kecamatan Dewantara dan Banda Baro, para rider mengemban tugas mulia yaitu mengganti bendera lama dengan yang baru dan membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat di desa-desa terpencil, demi memeriahkan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Sekitar pukul 10.30 WIB, Camat Dewantara, Munawir M.Si, Camat Banda Baro, Muhammad Nurkhazi, Danramil dan Kapolsek dari kedua kecamatan beserta anggota, tim humas dari Harbour Energy, perwakilan Bank Aceh, pengusaha lokal, para geuchik, serta tokoh masyarakat terlihat sigap untuk memulai perjalanan.


Mereka tersenyum sambil mempersiapkan diri, ada yang mengikat bendera kecil di motor trailnya, ada pula yang memutar gas sebagai tanda “pasukan merah putih” siap menembus medan tantangan.

“Perjalanan ini bukan sekadar hobi trabas. Ini sebagai bentuk membawa semangat kemerdekaan sampai ke pelosok. Kita ingin warga di pedalaman merasakan HUT RI ke-80 sama meriahnya dengan di ibu kota kecamatan,” kata Munawir bersemangat.

Konvoi bergerak dari Kantor Camat Dewantara. Tak butuh waktu lama, aspal mulus berubah menjadi jalan berbatu. Ban motor menghantam kerikil, memercikkan debu. Beberapa tanjakan curam memaksa rider berdiri di atas pijakan kaki motor untuk menjaga keseimbangan.

Jalur semakin sempit saat memasuki kebun sawit kawasan Alue Batee Meurendam. Daun-daun menyapu helm dan bahu para peserta. Sesekali, genangan lumpur menghadang, memaksa rider mengatur kecepatan dan teknik. Tawa pecah ketika ada yang tergelincir, segera dibantu oleh rekan lain.

“Ini jalur favorit, penuh tantangan. Tapi kali ini terasa lebih spesial karena kita membawa misi Merah Putih,” ungkap Geuchik Gampong Bangka Jaya, Agusri, yang juga anggota BASTARA.

Kegiatan ini tidak hanya mengibarkan bendera, tetapi juga mengibarkan semangat persatuan. Perangkat desa, aparat keamanan, komunitas motor, hingga tokoh masyarakat berada dalam satu rombongan, menembus batas wilayah dan perbedaan latar belakang.


Kapolsubsektor Banda Baro, Ipda Syukrullah, menilai kegiatan ini efektif mempererat hubungan antarinstansi sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat. “Kita hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi ikut merasakan kebersamaan,” tuturnya.

Siang menjelang sore, rombongan kembali ke titik awal. Motor-motor yang pagi tadi masih bersih kini penuh lumpur. Namun wajah para peserta memancarkan kepuasan. Desa-desa yang dilalui kini dihiasi bendera merah putih, berkibar di depan rumah, sekolah, dan balai desa.

BASTARA Dewantara membuktikan, sebuah hobi bisa menjadi jembatan persatuan. Dengan deru mesin dan lintasan terjal, mereka mengirimkan pesan bahwa kemerdekaan adalah milik semua orang, dari pusat kota hingga ujung desa.

HUT RI ke-80 di Aceh Utara akan dikenang bukan hanya karena upacara bendera, tetapi juga karena iring-iringan motor trail yang membawa Merah Putih menembus batas, menyatukan dua kecamatan, dan menyapa warga di sudut-sudut pelosok desa.[]

×
Berita Terbaru Update