-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gajah Anakan Yuna Mati Mendadak, BKSDA Aceh Duga Terpapar Virus Mematikan EEHV

Agustus 12, 2026 Last Updated 2026-08-12T13:44:54Z


BANDA ACEH —
Kabar duka menyelimuti Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh. Yuna, gajah anakan betina berusia di bawah tiga tahun dari induk bernama Suci, mati mendadak pada Selasa (11/8/2026) malam. Berdasarkan diagnosis awal tim medis, kematian Yuna diduga kuat akibat serangan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), virus mematikan yang rentan menyerang gajah anakan.

Kondisi kesehatan Yuna dilaporkan menurun sangat cepat. Pada Selasa pagi hingga siang, Yuna masih terlihat aktif beraktivitas seperti biasa. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, mahout atau pawang gajah mendapati kondisi Yuna mulai tidak normal.

Yuna terlihat lemas dengan mata bengkak dan memerah. Wajahnya juga mengalami pembengkakan, sementara lidahnya tampak pucat hingga membiru.

Tim dokter hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama para mahout langsung memberikan penanganan medis darurat berupa pemberian cairan infus dan multivitamin. Namun, kondisi Yuna terus memburuk dalam waktu singkat.

Yuna akhirnya terjatuh dalam kondisi lemas dan tidak dapat diselamatkan. Gajah anakan tersebut dinyatakan mati pada pukul 20.48 WIB. Setelah itu, tim medis segera melakukan prosedur nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian sebelum proses pemakaman diselesaikan sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

Padahal, sebelum kejadian, kondisi kesehatan Yuna berada dalam pemantauan rutin setiap hari dan menjalani evaluasi kesehatan secara berkala setiap tiga bulan. Hasil pemeriksaan medis terakhir pada Juni 2026 menunjukkan Yuna dalam kondisi sehat dengan nilai Body Condition Index Score (BCIS) 5,5. Nilai tersebut masih berada dalam rentang ideal gajah jinak, yakni 5–7.

Bahkan, dalam dua hari sebelum kematiannya, tidak ditemukan tanda-tanda sakit ataupun penurunan kondisi fisik pada Yuna.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan seluruh gajah binaan BKSDA Aceh, baik yang berada di PLG Saree maupun Conservation Response Unit (CRU) Peusangan dan CRU Trumon, mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Menurut Ujang, kondisi Yuna mengalami penurunan secara ekstrem dalam waktu sangat singkat. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat sejumlah tanda yang mengarah pada serangan EEHV.

“Kondisi Yuna drop sangat cepat, yang berdasarkan diagnosis awal dipicu oleh serangan virus mematikan bagi anak gajah. Secara makroskopis, gejalanya terlihat dari pembengkakan wajah, mata merah, dan mukosa lidah kebiruan, serta perubahan mikroskopis berupa pendarahan (hemoragik) pada organ pencernaan dalam,” kata Ujang.

Untuk memastikan penyebab kematian Yuna, tim medis telah mengambil sejumlah sampel organ yang selanjutnya akan menjalani pengujian laboratorium.

EEHV merupakan virus herpes yang secara khusus menginfeksi gajah dan paling berisiko terhadap gajah muda. Virus tersebut menyerang lapisan dalam pembuluh darah atau endothelium, sehingga dapat menyebabkan kebocoran darah dan cairan tubuh ke berbagai organ.

Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi syok dan kematian dalam waktu singkat. Pada kasus tertentu, kematian dapat terjadi hanya dalam 24 hingga 48 jam setelah munculnya gejala klinis.

Penularan virus dapat terjadi melalui sejumlah cairan tubuh, antara lain sekresi belalai, air liur, dan feses. Ancaman EEHV bukan hal baru bagi konservasi gajah di Aceh. Pada 2021, virus serupa juga pernah menginfeksi Intan, gajah anakan berusia empat tahun tiga bulan yang berada di CRU Trumon, Aceh Selatan.

Kematian Yuna kini mendorong BKSDA Aceh meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kasus serupa pada gajah anakan lainnya.

BKSDA Aceh segera melakukan pemeriksaan medis dan deteksi dini terhadap gajah-gajah berusia di bawah 14 tahun, terutama Gerry, Yuyun, dan Dilan.

“Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain yang berusia di bawah 14 tahun, khususnya gajah Gerry, Yuyun, dan Dilan, guna mengantisipasi serta meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut,” ujar Ujang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus memastikan kondisi gajah-gajah anakan lainnya tetap terpantau secara ketat setelah kematian mendadak Yuna.[]

×
Berita Terbaru Update