ACEH UTARA – PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) bekerja sama dengan Yayasan Solidaritas Aksi Peduli (YSAP) meresmikan Rumah Edukasi Anak Tangguh sekaligus meluncurkan Program Membangun Ketangguhan Anak dalam Menghadapi Bencana di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (16/7).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak melalui pendidikan kebencanaan, pengasuhan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terdampak.
Peresmian dilakukan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Fauzan. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara PHE NSO dan YSAP yang dinilai mendukung upaya pemerintah dalam membangun ketangguhan masyarakat sejak usia dini.
Menurut Fauzan, tantangan pengasuhan anak saat ini tidak lagi dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah maupun lembaga pendidikan agama, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar.
"Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendukung pelaksanaan Program Rumah Edukasi Anak Tangguh. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menghadirkan ruang belajar yang mampu memperkuat pengasuhan, perlindungan anak, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujarnya.
Ia menjelaskan, anak-anak merupakan kelompok paling rentan ketika terjadi bencana. Selain menghadapi ancaman terhadap keselamatan, mereka juga berisiko mengalami gangguan psikososial, kekerasan, hingga keterbatasan akses terhadap informasi mengenai perlindungan diri dan kesehatan.
Karena itu, lanjut Fauzan, program tersebut diharapkan mampu memberikan pendidikan kebencanaan melalui pendekatan yang partisipatif dan ramah anak sehingga mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.
Sebelum peresmian, PHE NSO bersama YSAP menggelar pertemuan bersama para orang tua dan wali murid di Meunasah Desa Kuala Cangkoi. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri atas orang tua, aparatur desa, imam gampong, dan unsur mukim.
Pertemuan itu menjadi ruang sosialisasi program sekaligus membangun dukungan bersama dalam upaya perlindungan anak dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
Program Rumah Edukasi Anak Tangguh tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak Desa Kuala Cangkoi, tetapi juga melibatkan peserta dari desa sekitar, seperti Kuala Keureuto, Matang Baroh, dan Keude Lapang. Sebanyak 40 anak telah terdaftar mengikuti pembelajaran berkala dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan kebencanaan.
Kegiatan pembelajaran dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juli hingga awal September 2026 dengan harapan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Manager Community Involvement Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan masyarakat, khususnya pada bidang pendidikan dan perlindungan anak.
Ia berharap Rumah Edukasi Anak Tangguh dapat menjadi ruang belajar yang membekali anak-anak dengan pengetahuan mengenai perlindungan diri serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
"Setiap anak adalah cahaya harapan bangsa. Mari kita ciptakan ruang yang aman dan penuh kasih agar mereka dapat tumbuh, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik," katanya.
Menurut Iwan, PHE NSO akan terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), melalui pengembangan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan tanggap bencana.
PHE NSO merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang mengelola kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di lepas pantai timur laut Sumatra, tepatnya di Selat Malaka, Provinsi Aceh. Operasional perusahaan berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara.[]

