-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

250 Anak Yatim di Banda Aceh Terima Perlengkapan Sekolah, Pemko Pastikan Semangat Belajar Tetap Terjaga

Juli 13, 2026 Last Updated 2026-07-13T09:22:21Z


BANDA ACEH
– Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 250 anak yatim yang berasal dari 11 gampong di sembilan kecamatan. Program yang telah menjadi agenda tahunan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan sekaligus meringankan beban keluarga penerima manfaat.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, seragam, buku, serta berbagai perlengkapan belajar lainnya. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Aula Kecamatan Ulee Kareng dan Aula Kecamatan Kuta Alam, Jumat (10/7).

Illiza mengatakan, bantuan tersebut diberikan agar anak-anak yatim dapat memulai tahun ajaran baru dengan perlengkapan yang layak sehingga memiliki semangat dan rasa percaya diri yang sama dengan teman-teman seusianya.

"Kita akan segera memasuki tahun ajaran baru. Insya Allah tanggal 13 Juli anak-anak sudah mulai masuk sekolah. Karena itu, Pemko Banda Aceh membantu menyediakan berbagai perlengkapan sekolah, mulai dari seragam, buku, tas hingga kebutuhan belajar lainnya untuk anak-anak yatim," ujarnya.

Menurut Illiza, pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.

"Mudah-mudahan anak-anak kita bisa bersekolah dengan baik dan mendapatkan kesempatan yang sama seperti teman-temannya yang lain," katanya.

Illiza menjelaskan, bantuan perlengkapan sekolah bagi anak yatim merupakan program rutin yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Banda Aceh.

"Program ini sudah menjadi agenda tahunan kita. Tahun lalu kita laksanakan, dan tahun ini kembali kita lanjutkan. Selain bantuan perlengkapan sekolah, kita juga memiliki program Belanja Yatim yang dilaksanakan setiap Ramadan. Ini adalah bentuk komitmen kita untuk terus hadir dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim," ungkapnya.

Ia menilai perhatian terhadap anak yatim tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan para dermawan.

"Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang memiliki kemampuan dapat turut peduli terhadap anak-anak yatim, sehingga mereka dapat tumbuh dan bersekolah dengan rasa percaya diri, menggunakan perlengkapan yang sama seperti anak-anak lainnya tanpa ada perbedaan," tuturnya.

Program bantuan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga dan wali anak yatim, meningkatkan motivasi belajar, serta memperluas akses pendidikan yang setara sebagai bagian dari perlindungan terhadap hak-hak anak.

Pemerintah Kota Banda Aceh juga menjadikan program ini sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, perhatian terhadap anak yatim terus menjadi salah satu prioritas pembangunan sosial. Selain bantuan perlengkapan sekolah, pemerintah kota secara konsisten melaksanakan program Belanja Yatim setiap Ramadan, penyaluran santunan sosial, serta mendorong kolaborasi dengan masyarakat dan dunia usaha untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan anak yatim.

Melalui berbagai program tersebut, Pemko Banda Aceh berharap seluruh anak, termasuk anak-anak yatim, memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik sebagai generasi penerus pembangunan kota.[]

×
Berita Terbaru Update