-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PMI Libatkan KSR UIN SUNA dalam Program E-Voucher bagi Korban Banjir dan Longsor di Aceh Utara

Juni 08, 2026 Last Updated 2026-06-08T11:38:00Z


LHOKSEUMAWE –
Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit 08 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (KSR PMI Unit 08 UIN SUNA) turut ambil bagian secara penuh dalam pelaksanaan program Bantuan Non Tunai (BNT) E-Voucher bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sawang dan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Program berskala nasional ini digagas oleh PMI Pusat dengan dukungan penuh dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) serta Australian Red Cross sebagai upaya pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada tahun 2025 lalu.

Rangkaian kegiatan sosialisasi dan persiapan program berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pelaksana dalam menjalankan layanan bantuan non tunai secara efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Koordinator Layanan Program, Nazaruddin, menjelaskan bahwa mekanisme BNT E-Voucher akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) PMI. Tahapan program diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat, dilanjutkan dengan assessment atau penilaian calon penerima manfaat, hingga pendistribusian bantuan berupa voucher belanja.

“Proses ini tidak dapat dilakukan secara asal. Semua harus melalui tahapan yang telah ditetapkan sesuai SOP kerja PMI. Insyaallah layanan ini akan berakhir pada akhir Juni atau awal Juli 2026,” ujar Nazaruddin, Senin (8/6/2026).


Ia juga mengapresiasi dedikasi para relawan muda yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, relawan yang berasal dari lingkungan perguruan tinggi telah dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum diterjunkan ke lapangan.

Sementara itu, Haris Fajar, relawan yang bertugas pada bidang Information Management (IM), menilai program BNT E-Voucher akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana.

Menurut Haris, pada tahap awal program difokuskan di dua kecamatan yang mengalami dampak paling signifikan, yakni Kecamatan Sawang dan Kecamatan Langkahan.

“Penentuan lokasi ini bukan dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan hasil koordinasi dan pemetaan yang dilakukan PMI Kabupaten Aceh Utara bersama PMI Pusat. Tujuannya agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” jelasnya.

Apresiasi terhadap kinerja relawan juga disampaikan Koordinator Information Management PMI, Hady Prasetyo. Ia mengaku puas dengan performa tim yang dinilainya mampu bekerja secara profesional dan solid selama pelaksanaan program.

“Mereka menunjukkan kerja sama tim yang sangat baik tanpa kendala berarti di lapangan. Berbagai dinamika yang muncul dapat ditangani dengan baik oleh para relawan, bahkan tanpa mengharuskan saya turun secara aktif ke lapangan,” ujar Hady.[]

×
Berita Terbaru Update