Aceh Utara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 3 menggelar kegiatan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri (personal hygiene) kepada siswa-siswi tingkat SMP di Dayah Al Huda, Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, pada Senin (28/7/2025).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini merupakan bagian dari program kerja bidang kesehatan kelompok KKN yang bertujuan meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga kebersihan pribadi sebagai salah satu langkah preventif terhadap penyakit, sekaligus mendukung kualitas hidup yang lebih sehat.
Bertempat di aula pondok pesantren, para santri dengan antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh para mahasiswa. Materi mencakup cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan gigi dan mulut, perawatan tubuh dan pakaian, serta risiko berbagi barang pribadi seperti handuk dan sisir.
“Kegiatan ini kami rancang agar para santri dapat memahami dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam rutinitas harian mereka, terutama di lingkungan pesantren yang padat aktivitas dan bersifat komunal,” ungkap Rifka Ardiansyah Siregar, Ketua Kelompok 3 KKN Unimal.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab dan demonstrasi mencuci tangan yang interaktif. Para santri tidak hanya aktif menyimak, tetapi juga memberikan tanggapan positif atas informasi yang mereka dapatkan selama kegiatan berlangsung.
Geuchik Desa Reuleut Timu, Usman, S.Pd, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Unimal. “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif edukasi ini. Menjaga kebersihan diri bukan hanya soal penampilan, tapi juga bagian dari akhlak dan tanggung jawab terhadap kesehatan. Apalagi di pesantren, hal ini sangat penting untuk mencegah penyakit yang mudah menular,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Zurratul Muna, S.Psi., M.Psi., Psikolog, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi santri, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Ini adalah bentuk nyata bagaimana ilmu yang diperoleh di kampus bisa diterapkan secara langsung dalam kehidupan sosial,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, pihak pondok pesantren dan perangkat desa menyampaikan apresiasi serta harapan agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para santri pun terlihat antusias dan termotivasi untuk mulai membiasakan diri dengan pola hidup bersih.
Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren yang menjadi tempat tumbuh kembang generasi muda bangsa.[]
