-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pelantikan HUDA Aceh Utara Bertepatan dengan 800 Tahun Samudera Pasai

September 08, 2026 Last Updated 2026-09-08T14:03:08Z


ACEH UTARA –
Pelantikan Pengurus Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Aceh Utara periode bakti 2025–2030 berlangsung khidmat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakap) Aceh Utara, Selasa (8/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan peringatan 800 tahun Kerajaan Samudera Pasai, yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam dan tradisi keilmuan di Aceh.

Dalam prosesi tersebut, Abi H. Ibnu Sakdan TB, M.Pd., resmi dipercaya sebagai Ketua HUDA Aceh Utara periode 2025–2030, didampingi Abi Zulfiar Ilyas, M.Pd., sebagai sekretaris. Keduanya bersama jajaran pengurus lainnya menerima amanah untuk melanjutkan peran HUDA dalam memperkuat pendidikan Islam, pembinaan umat, serta pengembangan lembaga pendidikan dayah di Aceh Utara.

Pelantikan turut dihadiri Ketua PB HUDA Abiya H. Anwar Kuta Krueng, Abi Hasbi Albayuni, Waled Rusli, serta sejumlah pengurus PB HUDA lainnya. Kehadiran para ulama dan pengurus tersebut menambah kekhidmatan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kepengurusan HUDA Aceh Utara yang baru.

Bupati Aceh Utara, Ismail Ajalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru HUDA Aceh Utara. Ia berharap HUDA dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kehidupan keagamaan, pendidikan karakter, serta pembinaan generasi muda.

Menurutnya, keberadaan ulama dan lembaga dayah memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus membangun karakter masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan ulama dinilai menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan pendidikan yang dihadapi masyarakat Aceh Utara.

Pelantikan tersebut juga memiliki makna tersendiri karena dilaksanakan di tengah peringatan 800 tahun Samudera Pasai. Kerajaan Islam yang pernah berkembang di kawasan Aceh Utara itu tidak hanya meninggalkan jejak sejarah, tetapi juga tradisi intelektual dan dakwah Islam yang terus diwariskan hingga kini.

Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi kepengurusan HUDA yang baru untuk memperkuat peran ulama dalam membina masyarakat. HUDA juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan dayah, memperkuat kapasitas para santri, serta menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang telah mengakar di Bumi Pasee.

Ketua HUDA Aceh Utara periode 2025–2030, Abi H. Ibnu Sakdan TB, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama jajaran pengurus. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami akan berupaya bekerja sama dengan seluruh pihak untuk kemajuan pendidikan Islam, dayah, serta kesejahteraan santri dan ulama di Aceh Utara,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan HUDA Aceh Utara periode 2025–2030 dapat menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi dayah sebagai salah satu pilar penting pendidikan dan pembinaan generasi di Aceh.

Dengan pelantikan tersebut, HUDA Aceh Utara memasuki periode kepengurusan baru dengan tantangan sekaligus harapan yang besar. Bertepatan dengan momentum 800 tahun Samudera Pasai, kepengurusan ini diharapkan mampu meneruskan warisan keilmuan dan dakwah ulama Aceh sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di era yang terus berubah.

×
Berita Terbaru Update