LHOKSEUMAWE – Penampilan pengenalan Unit Kegiatan Khusus (UKK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe 2026 berlangsung berbeda dari biasanya.
Korps Sukarela (KSR) PMI Unit 08 UIN SUNA berkolaborasi dengan Menwa Sat 109/WSU menyuguhkan drama bertema keadaan darurat yang berhasil menarik perhatian mahasiswa baru. Penampilan tersebut bahkan menjadi perbincangan setelah videonya diunggah ke Instagram dan mendapat beragam respons dari pengguna media sosial.
Drama diawali dengan adegan perkelahian yang melibatkan sejumlah anggota Menwa. Salah seorang anggota Menwa bahkan menyamar sebagai mahasiswa baru dan membaur di tengah peserta PBAK untuk mendukung alur cerita.
Dalam skenario tersebut, anggota Menwa itu kemudian berperan sebagai korban yang disandera. Adegan dibuat sedemikian rupa sehingga situasi tampak seperti kejadian nyata.
Ketika aksi kekerasan dalam drama berlangsung, sejumlah mahasiswa baru yang menyaksikan adegan tersebut terlihat histeris. Suasana kemudian dibuat seolah-olah menjadi kondisi darurat hingga anggota KSR PMI Unit 08 datang sebagai tim medis.
Tim KSR selanjutnya memberikan pertolongan pertama dan melakukan evakuasi terhadap korban. Kehadiran tim medis dalam skenario tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan peran dan kegiatan KSR kepada mahasiswa baru.
Konsep yang dibuat menyerupai situasi darurat tersebut membuat sebagian penonton tidak menyadari bahwa peristiwa itu merupakan bagian dari drama. Reaksi spontan mahasiswa baru turut membuat suasana yang dibangun para pemeran terlihat semakin nyata.
Setelah penampilan berlangsung, video drama tersebut diunggah ke Instagram dan mendapat perhatian dari pengguna media sosial. Tanggapan yang muncul pun beragam.
Sebagian warganet mengapresiasi kreativitas, konsep, serta totalitas para pemeran dalam membangun suasana. Namun, ada pula yang mengkritisi penggunaan adegan kekerasan dalam penampilan tersebut.
Komandan KSR PMI Unit 08 UIN SUNA, Lufita Agnessa Helsinky, mengatakan pihaknya telah mempertimbangkan kemungkinan munculnya beragam respons sebelum drama ditampilkan.
“Dari awal kami sudah mempertimbangkan kalau nanti akan ada berbagai respons, baik yang positif maupun negatif. Jadi kami sudah siap dengan konsekuensi dari konsep yang kami bawakan. Yang terpenting, semua yang terlibat sudah memahami konsepnya dan kami bertanggung jawab atas apa yang kami tampilkan,” ujar Lufita.
Menurutnya, penampilan tersebut tidak terlepas dari persiapan dan latihan yang dilakukan oleh seluruh anggota yang terlibat. Adegan yang hanya berlangsung beberapa menit di hadapan mahasiswa baru, kata dia, merupakan hasil dari latihan dan kerja sama yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Saya bangga dengan kerja keras teman-teman. Mereka latihan dengan sungguh-sungguh dan benar-benar mempersiapkan perannya. Apa yang terlihat beberapa menit di panggung itu sebenarnya hasil dari latihan dan kerja sama yang sudah dilakukan sebelumnya,” katanya.
Kolaborasi KSR PMI Unit 08 UIN SUNA dan Menwa Sat 109/WSU dalam PBAK 2026 menjadi salah satu bentuk kreativitas mahasiswa dalam memperkenalkan organisasi kemahasiswaan kepada mahasiswa baru.
Melalui penampilan tersebut, kedua organisasi tidak hanya memperkenalkan kegiatan masing-masing, tetapi juga menunjukkan pentingnya kerja sama antarlembaga mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang kreatif dan menarik dalam rangkaian PBAK.
