-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Aliya Nabila Zahiya, Pelajar Sukma Bangsa Lhokseumawe yang Berani Suarakan Bahaya Narkoba

September 09, 2026 Last Updated 2026-09-09T04:52:40Z


LHOKSEUMAWE —
Di tengah tantangan generasi muda yang semakin kompleks, suara pelajar memiliki peran penting dalam mengajak sesama untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba. Kesadaran itulah yang mendorong Aliya Nabila Zahiya, siswi SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, berani melangkah dan mengambil bagian dalam ajang Duta Pelajar Anti Narkoba Tingkat Provinsi Tahun 2026.

Pelajar kelahiran Juni 2011 tersebut berhasil melaju hingga tahap semifinal dan menjadi salah satu perwakilan dari Kota Lhokseumawe. Keikutsertaannya bukan sekadar mengejar gelar atau prestasi, melainkan menjadi ruang bagi Aliya untuk memperoleh pengalaman sekaligus menyampaikan pesan penting kepada generasi seusianya tentang bahaya narkoba.

Keputusan mengikuti ajang yang diselenggarakan oleh DPAN Indonesia itu berawal dari ketertarikannya terhadap kegiatan yang memberikan ruang kepada pelajar untuk menjadi agen perubahan.

“Awalnya saya mengetahui adanya ajang Duta Pelajar Anti Narkoba dan merasa tertarik untuk ikut karena saya ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus ikut berkontribusi dalam menyuarakan pentingnya menjauhi narkoba, khususnya di kalangan pelajar,” kata Aliya.

Ia kemudian mengikuti serangkaian proses seleksi yang telah ditentukan. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Namun, berkat usaha dan keberanian untuk mencoba, Aliya berhasil melewati sejumlah tahapan hingga akhirnya dipercaya menjadi salah satu perwakilan Lhokseumawe.

“Alhamdulillah, dari beberapa tahapan yang saya lalui, saya berhasil sampai di tingkat semifinal dan menjadi salah satu perwakilan dari Lhokseumawe,” tuturnya.

Bagi putri pasangan H. Yusda Rasyidin dan Fitriani itu, pencapaian tersebut merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Ia menyadari bahwa membawa nama daerah dalam sebuah ajang tingkat provinsi bukan perkara ringan.

“Bagi saya, pencapaian ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik dan membawa nama Lhokseumawe dengan baik,” ungkapnya.

Keberanian mengikuti kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari proses Aliya untuk mengembangkan dirinya. Ia mengaku ingin menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, sekaligus membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia mampu keluar dari zona nyaman.

“Motivasi saya mengikuti ajang ini adalah ingin menambah pengalaman, mengembangkan kemampuan diri, sekaligus menjadi bagian dari generasi muda yang ikut menyampaikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Aliya tidak menampik bahwa rasa gugup dan kurang percaya diri sempat menjadi tantangan. Apalagi, dalam kompetisi tersebut ia dituntut mampu tampil dan berkomunikasi di hadapan banyak orang.

Selain itu, ia juga harus membagi waktu antara persiapan kompetisi dengan berbagai aktivitas lain yang dijalaninya sebagai pelajar.

Namun, Aliya memilih tidak menjadikan hambatan tersebut sebagai alasan untuk berhenti. Sebaliknya, ia menjadikannya sebagai proses belajar.

“Saya berusaha menjadikan hambatan tersebut sebagai bagian dari proses belajar dan terus memperbaiki diri,” katanya lagi.

Sikap tersebut sejalan dengan berbagai aktivitas yang selama ini dijalaninya. Di sekolah, Aliya aktif dalam sejumlah kegiatan, di antaranya Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Palang Merah Remaja (PMR), serta Pramuka. Ia juga menekuni Tahfiz dan Tahsin.

Di bidang akademik, Aliya pernah meraih prestasi dalam Olimpiade Biologi tingkat Bronze serta menjadi juara tiga dalam kompetisi Cerdas Cermat.

Di luar kegiatan sekolah, ia mengikuti les privat dan memiliki ketertarikan pada olahraga. Bermain tenis menjadi salah satu aktivitas yang dilakukannya untuk mengisi waktu, selain hobinya berolahraga dan baking.

Dalam mengikuti Duta Pelajar Anti Narkoba, Aliya tidak hanya mempersiapkan pengetahuan mengenai narkoba. Ia juga menyadari pentingnya kemampuan berkomunikasi, keberanian tampil, serta kesiapan mental.

“Bekal yang saya bawa bukan hanya pengetahuan tentang narkoba, tetapi juga rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, keberanian untuk tampil, serta kemauan untuk terus belajar,” jelasnya.

Ia berusaha memperluas wawasan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba, langkah-langkah pencegahan, serta bagaimana pelajar dapat mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Menurut Aliya, menjadi pelajar bukan berarti tidak memiliki peran dalam persoalan sosial di lingkungan sekitar. Justru, generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam menyebarkan edukasi dan membangun kesadaran di kalangan teman sebaya.

“Yang paling penting, saya membawa niat untuk belajar dan memberikan kontribusi positif melalui kesempatan yang saya dapatkan dalam ajang ini,” ujarnya.

Saat ini, Aliya telah berada pada tahapan semifinal dan terus mempersiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya. Ia memfokuskan persiapan pada pengetahuan, kemampuan komunikasi dan kesiapan mental.

Di balik aktivitasnya sebagai pelajar yang aktif dalam berbagai kegiatan, Aliya menyimpan cita-cita besar. Ia ingin menjadi seorang dokter.

Keinginannya tersebut berjalan beriringan dengan ketertarikannya pada bidang akademik, termasuk Biologi. Prestasi yang pernah diraihnya dalam Olimpiade Biologi menjadi salah satu pengalaman yang turut memperkuat minatnya di bidang tersebut.

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Aliya juga tumbuh dalam dukungan keluarga. Ia menyebut doa dan dukungan dari orang tua, keluarga, serta teman-temannya menjadi bagian penting dalam perjalanan mengikuti ajang Duta Pelajar Anti Narkoba.

Kini, ia berharap dapat memberikan penampilan terbaik hingga tahap akhir. Baginya, hasil kompetisi memang penting, tetapi pengalaman dan proses yang dilalui juga memiliki nilai tersendiri.

“Harapan saya ke depannya tentu ingin memberikan yang terbaik sampai tahap akhir dan semoga bisa mendapatkan hasil yang membanggakan. Tetapi terlepas dari hasil akhirnya nanti, saya berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal yang berharga untuk saya,” kata Aliya.

Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, Aliya ingin menjadikan kesempatan tersebut sebagai jalan untuk terus memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitarnya.

Ia berharap dapat terus mengedukasi teman-teman sebaya mengenai bahaya narkoba serta pentingnya memilih lingkungan dan pergaulan yang baik.

Aliya menyebutkan narkoba bukan persoalan yang dapat dianggap sepele. Ancaman penyalahgunaan narkoba harus dihadapi bersama, termasuk oleh kalangan pelajar.

Karena itu, ia mengajak teman-teman seusianya untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan membangun pertemanan yang memberikan pengaruh positif.

“Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman pelajar bahwa narkoba bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Kita sebagai generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga diri sendiri dan lingkungan kita agar tetap sehat dan produktif,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar pelajar tidak takut menolak ajakan yang dapat menjerumuskan pada penyalahgunaan narkoba.

“Jangan takut untuk mengatakan tidak pada narkoba dan jangan ragu untuk mencari lingkungan pertemanan yang bisa membawa kita ke arah yang positif,” tambahnya.

“Terima kasih kepada keluarga, teman-teman, serta semua pihak yang sudah memberikan doa dan dukungan kepada saya selama mengikuti proses Duta Pelajar Anti Narkoba ini. Semoga saya bisa terus memberikan yang terbaik dan membawa nama Lhokseumawe dengan baik,” tutupnya.[]

×
Berita Terbaru Update