-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bentrok Antarwarga di Adonara Timur Tewaskan Tiga Orang, Satu Jenazah Belum Dievakuasi

Juli 18, 2026 Last Updated 2026-07-18T07:13:26Z

Satu jenazah korban bentrokan di Adonara Timur, Flores Timur, NTT belum bisa dievakuasi karena masih ramai massa. (CNN Indonesia/Elly)

FLORES TIMUR –
Bentrokan antarkelompok warga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (18/7), mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Hingga siang hari, satu jenazah korban masih belum dapat dievakuasi karena situasi keamanan di lokasi belum kondusif.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, I Ketut Budiasa, mengatakan bentrokan melibatkan kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Dari tiga korban jiwa, dua berasal dari Desa Narasaosina, sedangkan satu korban merupakan warga Dusun Bele, Desa Waiburak.

Menurut Ketut, masing-masing pihak telah mengevakuasi satu korban dari desa mereka. Namun, satu jenazah warga Desa Narasaosina masih tergeletak di jalan karena petugas belum dapat menjangkau lokasi.

"Tenaga medis dan ambulans sebenarnya sudah berada di sekitar lokasi, tetapi belum bisa melakukan evakuasi karena masih ada konsentrasi massa di sekitar jalan raya Waiburak," ujarnya.

Ia menjelaskan, aparat bersama pemerintah daerah terus berupaya bernegosiasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban agar situasi segera mereda sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

Hingga siang, ratusan warga dilaporkan masih berkumpul di sekitar lokasi bentrokan. Kondisi tersebut menyulitkan petugas untuk mengevakuasi jenazah maupun melakukan pengamanan secara maksimal.

Sementara itu, Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan bentrokan terjadi sekitar pukul 06.30 WITA. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti konflik yang memicu aksi saling serang antarwarga tersebut.

"Penyebab bentrokan masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan," kata Adhitya.

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, Polres Flores Timur telah menambah personel pengamanan di lokasi konflik. Aparat juga terus melakukan penjagaan guna mencegah meluasnya kerusuhan.

Selain menelan tiga korban jiwa, bentrokan tersebut juga mengakibatkan belasan rumah warga terbakar. Hingga kini, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap kerusakan serta berupaya memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut.[CNN Indonesia]

×
Berita Terbaru Update