Banda Aceh – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah
mengkaji pembukaan lintasan angkutan penyeberangan jarak jauh (long
distance ferry) rute Jakarta–Banda Aceh. Rencana ini dinilai menjadi
langkah strategis dalam memperkuat konektivitas sekaligus menekan biaya
distribusi logistik ke Aceh.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T.
Faisal, menyebutkan bahwa jalur pelayaran langsung tersebut membuka
peluang besar bagi pelaku usaha di daerah.
“Ini peluang bagi
pelaku usaha di Aceh. Kapal ro-ro tidak hanya mengangkut barang, tetapi
juga penumpang, termasuk kontainer di atas kendaraan,” ujar Faisal saat
memimpin Focus Group Discussion (FGD) di Aula Multimoda Dishub Aceh,
Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, pengembangan jalur laut menjadi
kebutuhan mendesak seiring meningkatnya beban angkutan darat. Selain
dapat mengurangi kerusakan infrastruktur akibat kendaraan Over Dimension
Over Load (ODOL), jalur ini juga berpotensi menekan angka kecelakaan
lalu lintas.
“Ini juga menjadi solusi saat terjadi bencana,
seperti putusnya jalan dan jembatan yang selama ini menghambat
distribusi logistik,” tambahnya.
Dari sisi efisiensi, jalur laut
dinilai jauh lebih kompetitif. Biaya pengiriman barang yang sebelumnya
mencapai Rp2.000–Rp2.500 per kilogram melalui jalur darat, diperkirakan
dapat ditekan hingga sekitar Rp500 per kilogram melalui jalur laut.
Executive
Director Regional I ASDP, Theresia Damayanti, mengatakan pihaknya terus
mengembangkan layanan berbasis kebutuhan pasar, khususnya sektor
logistik. Saat ini, ASDP mengoperasikan 218 kapal untuk lintasan
komersial dan perintis di seluruh Indonesia.
“Kami ingin
memastikan konektivitas antarwilayah, termasuk pengembangan lintasan
jarak jauh seperti Jakarta–Banda Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan,
potensi rute tersebut cukup besar mengingat kebutuhan logistik Banda
Aceh masih didominasi pasokan dari Pulau Jawa. Melalui konsep ro-ro
trucking, waktu pengiriman diperkirakan hanya sekitar 3,5 hari,
sekaligus meminimalisir risiko kerusakan barang.
Dukungan
terhadap rencana ini juga datang dari berbagai pemangku kepentingan.
Ketua Organda Aceh, Ramli, menilai tingginya biaya transportasi darat
menjadi salah satu penyebab mahalnya harga barang di Aceh.
“Kalau
lewat darat bisa sampai seminggu dengan berbagai risiko. Jalur laut
langsung tentu sangat membantu dan bisa menekan inflasi,” katanya.
Hal
senada disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Bidang Vokasi dan
Sertifikasi, T. Jailani Yacob, yang menilai kehadiran jalur ini akan
membuka peluang baru bagi dunia usaha, meningkatkan kelancaran
distribusi, serta memperkuat daya saing produk daerah.
Sementara
itu, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Aceh,
Zulfandi, mengungkapkan bahwa selama ini rantai logistik masih terpusat
di Belawan, Medan, dengan biaya relatif tinggi. Ia berharap pemerintah
dapat memberikan dukungan kebijakan agar operasional lintasan ini
berjalan berkelanjutan.
Dari sektor peternakan, Kepala Balai
Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri,
Dayat, menyebut kehadiran kapal ro-ro akan sangat membantu distribusi
pakan ternak yang selama ini dipasok dari Jawa Timur dengan waktu
pengiriman hingga 14 hari.
“Kami mengirim sekitar 1.100 ton pakan
per tahun. Jika biaya lebih efisien dan waktu lebih singkat, tentu
sangat membantu,” ujarnya.[]
Tag Terpopuler
› Aceh
› Ekonomi dan Bisnis
Rute Ferry Jakarta–Banda Aceh Digagas, Tekan Biaya Logistik hingga 75 Persen
Rute Ferry Jakarta–Banda Aceh Digagas, Tekan Biaya Logistik hingga 75 Persen
Redaksi
April 24, 2026
Last Updated
2026-04-24T14:36:17Z
