-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rute Ferry Jakarta–Banda Aceh Digagas, Tekan Biaya Logistik hingga 75 Persen

April 24, 2026 Last Updated 2026-04-24T14:36:17Z

Banda Aceh – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah mengkaji pembukaan lintasan angkutan penyeberangan jarak jauh (long distance ferry) rute Jakarta–Banda Aceh. Rencana ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas sekaligus menekan biaya distribusi logistik ke Aceh.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, menyebutkan bahwa jalur pelayaran langsung tersebut membuka peluang besar bagi pelaku usaha di daerah.

“Ini peluang bagi pelaku usaha di Aceh. Kapal ro-ro tidak hanya mengangkut barang, tetapi juga penumpang, termasuk kontainer di atas kendaraan,” ujar Faisal saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) di Aula Multimoda Dishub Aceh, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, pengembangan jalur laut menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya beban angkutan darat. Selain dapat mengurangi kerusakan infrastruktur akibat kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), jalur ini juga berpotensi menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Ini juga menjadi solusi saat terjadi bencana, seperti putusnya jalan dan jembatan yang selama ini menghambat distribusi logistik,” tambahnya.

Dari sisi efisiensi, jalur laut dinilai jauh lebih kompetitif. Biaya pengiriman barang yang sebelumnya mencapai Rp2.000–Rp2.500 per kilogram melalui jalur darat, diperkirakan dapat ditekan hingga sekitar Rp500 per kilogram melalui jalur laut.

Executive Director Regional I ASDP, Theresia Damayanti, mengatakan pihaknya terus mengembangkan layanan berbasis kebutuhan pasar, khususnya sektor logistik. Saat ini, ASDP mengoperasikan 218 kapal untuk lintasan komersial dan perintis di seluruh Indonesia.

“Kami ingin memastikan konektivitas antarwilayah, termasuk pengembangan lintasan jarak jauh seperti Jakarta–Banda Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi rute tersebut cukup besar mengingat kebutuhan logistik Banda Aceh masih didominasi pasokan dari Pulau Jawa. Melalui konsep ro-ro trucking, waktu pengiriman diperkirakan hanya sekitar 3,5 hari, sekaligus meminimalisir risiko kerusakan barang.

Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari berbagai pemangku kepentingan. Ketua Organda Aceh, Ramli, menilai tingginya biaya transportasi darat menjadi salah satu penyebab mahalnya harga barang di Aceh.

“Kalau lewat darat bisa sampai seminggu dengan berbagai risiko. Jalur laut langsung tentu sangat membantu dan bisa menekan inflasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Bidang Vokasi dan Sertifikasi, T. Jailani Yacob, yang menilai kehadiran jalur ini akan membuka peluang baru bagi dunia usaha, meningkatkan kelancaran distribusi, serta memperkuat daya saing produk daerah.

Sementara itu, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Aceh, Zulfandi, mengungkapkan bahwa selama ini rantai logistik masih terpusat di Belawan, Medan, dengan biaya relatif tinggi. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan kebijakan agar operasional lintasan ini berjalan berkelanjutan.

Dari sektor peternakan, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri, Dayat, menyebut kehadiran kapal ro-ro akan sangat membantu distribusi pakan ternak yang selama ini dipasok dari Jawa Timur dengan waktu pengiriman hingga 14 hari.

“Kami mengirim sekitar 1.100 ton pakan per tahun. Jika biaya lebih efisien dan waktu lebih singkat, tentu sangat membantu,” ujarnya.[]

×
Berita Terbaru Update