-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jutaan Warga Turun ke Jalan, Demo ‘No Kings’ Guncang Amerika Serikat

Maret 29, 2026 Last Updated 2026-03-29T09:57:33Z


Washington D.C. –
Aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Amerika Serikat saat jutaan warga turun ke jalan dalam demonstrasi bertajuk “No Kings” pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.

Aksi ini menjadi sorotan global karena disebut sebagai salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah negara tersebut. Protes digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump, baik terkait konflik luar negeri maupun kebijakan domestik.

8 Juta Warga Ikut Aksi

Berdasarkan data penyelenggara dari Koalisi No Kings, sedikitnya 8 juta orang ambil bagian dalam aksi yang tersebar di lebih dari 3.300 lokasi di seluruh 50 negara bagian.

Jumlah tersebut bahkan diperkirakan masih bisa bertambah, dengan target partisipasi mencapai lebih dari 9 juta orang dalam satu hari aksi.

Seruan “Hentikan Perang” Menggema

Di berbagai titik demonstrasi, massa terdengar meneriakkan slogan “End this war” atau “Hentikan perang ini”. Seruan tersebut merujuk pada penolakan terhadap konflik yang melibatkan AS di Iran.

Aksi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap eskalasi konflik internasional.

Dipicu Berbagai Kebijakan Kontroversial

Gelombang protes dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya:

Serangan militer AS dan Israel ke Iran yang telah berlangsung beberapa pekan
Kebijakan imigrasi yang dinilai agresif
Lonjakan harga minyak dan kebutuhan pokok
Menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah

Kombinasi isu tersebut memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat.

Kepuasan Publik Menurun

Di tengah aksi demonstrasi, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Donald Trump dilaporkan menurun signifikan hingga berada di angka 36 persen.

Angka tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Aksi “No Kings” menjadi simbol tekanan publik terhadap pemerintah AS, sekaligus menunjukkan dinamika politik domestik yang kian memanas di tengah situasi global yang tidak menentu.

×
Berita Terbaru Update