-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler


Bitcoin Tertekan di Bawah USD 78.000, Pasar Cermati Calon Ketua The Fed

Februari 01, 2026 Last Updated 2026-02-01T04:12:40Z


Linkka Media -
Harga Bitcoin kembali tertekan dan sempat turun ke bawah level USD 78.000 seiring pelaku pasar mencerna gejolak di pasar komoditas, khususnya perak, serta keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait calon Ketua Federal Reserve (The Fed).

Tak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya turut melemah. Ethereum dan Solana ikut terseret turun setelah pasar global melewati pekan dengan volatilitas tinggi, baik di pasar keuangan maupun komoditas.

Mengutip CoinMarketCap, Minggu (1/2/2026), Bitcoin—aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar—melemah 7,6% dan diperdagangkan di bawah USD 78.000. Ethereum anjlok sekitar 11% ke level USD 2.382,57, sementara Solana merosot 13% ke posisi USD 101,91.

Tekanan di pasar kripto meningkat setelah Presiden Trump mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Penunjukan ini mendorong penguatan dolar AS karena dinilai meredakan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral.

Penguatan dolar berpotensi mengurangi daya tarik Bitcoin sebagai aset lindung nilai maupun mata uang alternatif.

Jika mendapat persetujuan Senat AS, Warsh akan menggantikan Jerome Powell, yang masa jabatannya sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei mendatang. Trump selama ini dikenal kerap mengkritik Powell, terutama karena kebijakannya yang dinilai terlalu berhati-hati dalam menurunkan suku bunga sejak menjabat pada 2018.

Pelemahan aset kripto ini menambah tekanan bagi investor ritel, yang sebelumnya telah terpukul oleh aksi jual besar-besaran di pasar perak. Pada Jumat, harga perak spot anjlok 28% ke level USD 83,45 per ounce—menjadi penurunan harian terdalam sejak Maret 1980. Kontrak berjangka perak bahkan merosot 31,4% dan ditutup di USD 78,53 per ounce.

Kevin Warsh dikenal sebagai figur yang relatif ramah terhadap kripto, namun memiliki pandangan tegas terkait disiplin kebijakan moneter. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed pada periode 2006–2011 dan terlibat dalam pengambilan kebijakan saat krisis keuangan global.

Setelah meninggalkan The Fed, Warsh menjadi salah satu pengkritik kebijakan moneter longgar yang berkepanjangan. Ia menilai pembelian aset dalam skala besar dan ekspansi neraca bank sentral berisiko mendistorsi pasar serta menggerus kredibilitas kebijakan moneter. Pandangan tersebut menempatkan Warsh sebagai figur yang cenderung hawkish dibandingkan kepemimpinan The Fed belakangan ini.[]

×
Berita Terbaru Update