Aceh Utara - Sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian akademisi terhadap isu perubahan iklim yang semakin berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, Sabtu 25 Oktober 2025.
Dengan tema “Peningkatan Kapasitas Adaptif dan Pendampingan Pengelolaan Kesehatan Masyarakat terhadap Risiko Perubahan Iklim”, kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga dan kader kesehatan desa sebagai peserta utama. Kelompok ini dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan pada tingkat rumah tangga.
Tim pelaksana kegiatan dipimpin oleh dr. Khairunnisa Z, M.Biomed, dengan anggota Zahrina, M.Si, Anis En Nabiilah, M.Si, dan Aryandi Darwis, M.K.M, serta melibatkan mahasiswa Chairunnissa dan Risyad Zikra. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung di masyarakat sehingga ilmu yang diperoleh tidak sebatas teori, tetapi juga aplikasi di lapangan.
Melalui pendekatan edukatif, dosen dan mahasiswa memberikan penyuluhan terkait risiko kesehatan akibat perubahan iklim, mulai dari meningkatnya penyakit pernapasan akibat polusi dan suhu ekstrem, penyakit tular air seperti diare dan demam tifoid, gangguan gizi akibat penurunan produksi pangan, hingga dampak psikologis dan kesehatan mental.
Kegiatan juga diselingi pemutaran video edukatif dan diskusi interaktif mengenai langkah adaptif dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Peserta tampak antusias, banyak yang mengajukan pertanyaan seputar cara meningkatkan daya tahan tubuh, pola makan sehat, serta upaya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit.
“Program ini diharapkan menjadi contoh nyata kontribusi akademisi dalam membangun ketahanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim,” ujar dr. Khairunnisa, selaku ketua tim pelaksana.
Salah satu peserta, Rahma, mengaku senang dengan adanya penyuluhan tersebut. “Selama ini kami hanya tahu kalau cuaca berubah-ubah bisa bikin cepat sakit, tapi belum paham penyebab dan cara mengatasinya. Setelah ikut penyuluhan ini, kami jadi tahu pentingnya menjaga kebersihan air dan makanan,” ungkapnya.

