-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jalan Kaki-Bawa Gerobak, Ribuan Warga Palestina Pulang ke Rumah

Oktober 12, 2025 Last Updated 2025-10-12T04:42:21Z

Foto: Sejumlah warga Palestina yang mengungsi di Gaza Selatan akibat agresi Israel, Senin (22/9/2025). (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

Gaza –
Ribuan warga Palestina berduyun-duyun menuju utara di sepanjang pantai Gaza pada Sabtu (11/10/2025). Mereka berjalan kaki, naik mobil, hingga mendorong gerobak, untuk kembali ke rumah yang telah mereka tinggalkan selama perang.

Kepulangan besar-besaran ini terjadi setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Hamas, yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

“Ini adalah perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Puji Tuhan,” kata Nabila Basal, warga Gaza yang berjalan bersama putrinya yang terluka di kepala akibat perang, dikutip dari Reuters, Minggu (12/10/2025).

“Kami sangat bahagia bahwa perang telah berhenti dan penderitaan kami akhirnya berakhir,” tambahnya.

Pasukan Israel telah mulai mundur sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan gencatan senjata tersebut. Langkah ini menjadi titik awal berakhirnya konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.

Sesuai kesepakatan, Hamas dijadwalkan membebaskan sisa sandera Israel sebelum tengah hari pada hari yang sama.

Namun, bagi banyak warga Gaza, kepulangan itu terasa pahit. Mereka menemukan rumah-rumah yang telah rata dengan tanah.

“Rumah yang saya bangun 40 tahun lalu hilang dalam sekejap,” ujar Ahmed al-Jabari, berdiri di antara puing-puing di Kota Gaza. “Saya senang perang berhenti, tapi ke mana kami akan pergi sekarang? Haruskah kami hidup di tenda selama 20 tahun?”

Di sisi lain, di Tel Aviv, ribuan warga Israel berkumpul di Lapangan Sandera pada Sabtu malam. Mereka bersorak gembira menyambut dimulainya proses pembebasan sandera, setelah dua tahun penuh protes dan kesedihan.

“Kami sangat antusias menanti anak kami dan semua 48 sandera,” kata Hagai Angrest, orang tua dari Matan, salah satu sandera yang diyakini masih hidup.

Hingga kini, 26 sandera telah dinyatakan meninggal dunia secara in absentia, sementara nasib dua orang lainnya masih belum diketahui.

Sesuai kesepakatan, setelah sandera dibebaskan, Israel akan membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina, termasuk yang ditangkap selama perang berlangsung.
 

Ratusan truk bantuan kemanusiaan dijadwalkan masuk ke Gaza setiap hari membawa makanan, air bersih, dan obat-obatan. UNICEF juga menyatakan akan meningkatkan pasokan makanan tinggi energi untuk anak-anak yang kekurangan gizi, perlengkapan kebersihan menstruasi, serta tenda-tenda darurat.

Juru bicara UNICEF, Tess Ingram, menyebut distribusi bantuan akan dimulai Minggu (12/10/2025).

Selain itu, perwakilan militer Amerika Serikat termasuk Laksamana Brad Cooper dari Komando Pusat AS dan penasihat keamanan seperti Jared Kushner ikut mendampingi Kepala Militer Israel, Eyal Zamir, dalam kunjungan ke Gaza. Cooper menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan mendukung pembentukan tim tugas stabilisasi Gaza, tanpa menempatkan pasukan AS di wilayah tersebut.[CNBC]

×
Berita Terbaru Update