-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Aceh Tengah Siapkan Anggaran Rp200 Juta untuk PGRI pada 2027

November 07, 2026 Last Updated 2026-11-07T11:50:26Z


TAKENGON –
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung kebutuhan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Tengah pada 2027. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas organisasi sekaligus meningkatkan peran PGRI dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan guru.

Komitmen itu disampaikan Haili Yoga saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI Kabupaten Aceh Tengah di Gedung Ummi, Pendopo Bupati Aceh Tengah, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati juga meminta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menganggarkan dana Rp200 juta bagi PGRI pada tahun anggaran 2027. Anggaran itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan dan kegiatan organisasi.

Kebijakan tersebut merespons aspirasi Ketua PGRI Aceh Tengah, Rahmatsyah, yang sebelumnya menyampaikan bahwa fasilitas sekretariat dan gudang logistik organisasi yang saat ini menggunakan Gedung Dinas Perhubungan (Dishub) sudah kurang memadai.

Rahmatsyah menyampaikan apresiasi kepada Bupati Haili Yoga yang dinilainya selama ini terbuka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi guru. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat peran organisasi profesi guru.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati yang selalu terbuka untuk menyelesaikan masalah guru dengan kebijakannya. Beliau selalu hadir untuk guru," ujar Rahmatsyah.

Ia menjelaskan, kepengurusan PGRI Kabupaten Aceh Tengah masa bakti 2025–2030 telah mulai menjalankan berbagai agenda organisasi, bahkan sebelum pelantikan resmi dilaksanakan. Salah satunya adalah mempersiapkan peringatan HUT ke-80 PGRI pada 2025 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan solidaritas guru di Aceh Tengah.

Selain itu, PGRI juga membentuk Tim Sigap PGRI Aceh Tengah untuk membantu para guru yang mengalami musibah maupun terdampak bencana.

Namun, dalam menjalankan aktivitas organisasi, PGRI masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Gedung Dishub yang selama ini dimanfaatkan sebagai sekretariat sekaligus gudang logistik dinilai belum memadai untuk menunjang kebutuhan organisasi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Haili Yoga menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan aset daerah untuk kepentingan organisasi guru. Ia bahkan langsung menginstruksikan Kepala Bappeda agar mengalokasikan anggaran Rp200 juta bagi PGRI pada 2027.

"Saya sambut baik penggunaan aset daerah berupa Gedung Dishub itu. Saya perintahkan Kepala Bappeda untuk menganggarkan Rp200 juta kepada PGRI Aceh Tengah agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan organisasi," tegas Haili Yoga.

Selain dukungan anggaran, Bupati juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di lingkungan pendidikan. Ia menyebut guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang memiliki peran besar dalam membentuk masa depan generasi bangsa.

Menurutnya, kebanggaan seorang guru bukan semata-mata terletak pada imbalan yang diterima, melainkan ketika melihat anak didiknya berhasil meraih kesuksesan.

"Para guru ini merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka tidak mengharapkan imbalan lebih dari muridnya. Ketika melihat murid-muridnya sukses, guru-guru tersebut ikut bangga," ujarnya.

Haili Yoga juga menyampaikan bahwa pada 2027 dirinya akan melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah untuk memastikan seluruh guru mendapatkan perlindungan dalam menjalankan profesinya.

Ia meminta setiap persoalan yang menimpa guru disikapi dengan mengedepankan upaya penyelesaian dan perlindungan, bukan sekadar memperdebatkan permasalahan yang terjadi.

"Pada tahun 2027 saya akan memonitoring sekolah-sekolah untuk memastikan tidak ada guru yang tidak dilindungi. Apabila terjadi sebuah persoalan pada guru kita, jangan hanya membahas persoalan tersebut, melainkan mencari jalan keluar untuk melindungi guru tersebut," tegasnya.

Konkerkab PGRI Kabupaten Aceh Tengah diikuti 90 peserta yang terdiri atas perwakilan pengurus PGRI kecamatan, peninjau, serta pengurus PGRI kabupaten. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menyusun agenda organisasi untuk periode selanjutnya.

Ketua Panitia Konkerkab, Selamaddin, mengatakan konferensi tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpengurus PGRI.

Menurutnya, melalui forum tersebut, organisasi dapat mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan sekaligus merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan pengabdian PGRI dalam dunia pendidikan di Aceh Tengah.

"Konkerkab ini merupakan salah satu kegiatan penting dalam evaluasi kerja PGRI, membangun komunikasi dan koordinasi organisasi untuk meningkatkan kualitas serta menunjang pengabdian PGRI Kabupaten Aceh Tengah dalam dunia pendidikan," kata Selamaddin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda Guru Kabupaten Aceh Tengah, Ny. Risnawati Haili Yoga, Ketua Badan Kehormatan DPRK Aceh Tengah, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bappeda, serta jajaran pengurus PGRI.

Konferensi secara resmi dibuka oleh Bupati Haili Yoga dengan mengucapkan basmalah. Selanjutnya, para peserta melanjutkan agenda konferensi untuk membahas evaluasi dan penyusunan program kerja PGRI Kabupaten Aceh Tengah hingga akhir masa bakti 2030.[]

×
Berita Terbaru Update