ACEH BARAT – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan harta benda masyarakat. Salah satu dampak terparah dilaporkan terjadi di Desa Geudong, Kecamatan Sungai Mas, setelah satu unit rumah warga mengalami kerusakan akibat pondasinya tergerus derasnya arus banjir.
Rumah tersebut diketahui milik Muhammad Safril. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Dharmawan, mengatakan hingga Minggu sore tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut.
“Rumah warga yang rusak itu milik Muhammad Safril,” kata Dharmawan di Aceh Barat, Minggu.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, derasnya luapan air telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan harta benda masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian BPBD, terutama karena intensitas hujan di beberapa wilayah Aceh Barat masih cukup tinggi.
Dharmawan menjelaskan, berdasarkan pemantauan di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur kawasan Kecamatan Pante Ceureumen. Sementara itu, debit air di Gampong Napai, Kecamatan Woyla Barat, dan wilayah sekitarnya terus mengalami peningkatan. Bahkan, sejumlah rumah warga di kawasan tersebut mulai terendam banjir.
Di Kecamatan Pante Ceureumen, banjir dilaporkan berdampak pada tujuh gampong, yakni Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, dan Sikundo. Khusus di Gampong Sikundo, derasnya arus air mengakibatkan badan jalan dan pagar sekolah tergerus. Hingga Minggu siang, kondisi arus sungai di kawasan tersebut masih terpantau tinggi.
Sementara itu, di Kecamatan Sungai Mas, banjir melanda empat gampong, yaitu Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong. Salah satu dampak yang tercatat di wilayah ini adalah rusaknya rumah warga di Gampong Geudong akibat pondasi bangunan terkikis aliran banjir.
Adapun di Kecamatan Woyla Barat, Gampong Napai menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian serius. Debit air yang terus meningkat menyebabkan genangan mulai memasuki rumah-rumah penduduk.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Aceh Barat telah menyiagakan personel dan Tim Rescue di Posko Markas Komando (Mako) BPBD untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir serta memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila situasi memburuk.
Upaya penanggulangan juga dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Barat, UKM PK UTU, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemantauan kondisi lapangan dan penanganan dampak bencana.
Dharmawan mengimbau masyarakat, terutama warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan wilayah hilir, agar meningkatkan kewaspadaan. Kecamatan Woyla Barat dan Pante Ceureumen menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian mengingat curah hujan masih tinggi dan debit air sungai terus mengalami peningkatan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah hilir seperti di Kecamatan Woyla Barat dan Pante Ceureumen, untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca dan intensitas hujan yang masih tinggi,” ujarnya.
BPBD Aceh Barat terus memantau perkembangan situasi di sejumlah wilayah terdampak guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.[Antara]
Tag Terpopuler
› Aceh
› Banjir Aceh
Banjir Terjang Sejumlah Wilayah Aceh Barat, Satu Rumah Warga Rusak Diterjang Arus
Banjir Terjang Sejumlah Wilayah Aceh Barat, Satu Rumah Warga Rusak Diterjang Arus
Redaksi
November 01, 2026
Last Updated
2026-11-01T13:20:51Z
