-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BNPB Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumut, Warga Diminta Waspada

Oktober 27, 2026 Last Updated 2026-10-27T07:06:30Z


LHOKSEUMAWE –
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Peringatan ini menyusul keberadaan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala, India, yang berpotensi memengaruhi dinamika atmosfer di kedua wilayah tersebut.

Peringatan yang disampaikan pada Senin (26/10/2026) itu mencakup potensi hujan lebat hingga sangat lebat, petir, serta angin kencang yang dapat terjadi secara lokal, baik pada siang maupun malam hari.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa keberadaan bibit siklon tropis tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu peningkatan intensitas hujan di Aceh dan Sumatera Utara.

“Fenomena ini tentu mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, sangat lebat, hingga petir dan angin kencang yang bersifat lokal dari siang hingga malam hari,” ujar Berton.

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

BNPB juga mengimbau masyarakat mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin, seperti papan, seng, dan barang lain yang berada di halaman maupun sekitar bangunan. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang berisiko roboh ketika angin kencang melanda.

Perhatian khusus juga diberikan kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Mereka diimbau untuk memantau informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum memutuskan melaut guna mengurangi risiko kecelakaan akibat perubahan cuaca yang mendadak.

Selain hujan lebat dan angin kencang, BNPB mengingatkan potensi tanah longsor di kawasan perbukitan dan lereng. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan deras berlangsung dalam durasi panjang.

“Agar masyarakat waspada terhadap longsor, masyarakat yang tinggal di wilayah lereng maupun perbukitan perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berlangsung lama dan deras,” kata Berton.

Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana juga diharapkan mengenali tanda-tanda awal longsor, seperti munculnya retakan tanah, perubahan posisi pohon atau tiang, serta aliran air yang mendadak keruh. Apabila kondisi tersebut ditemukan, warga perlu segera menjauh dari lokasi berisiko dan mengikuti arahan petugas setempat.

BNPB mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca serta meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing. Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem dan melindungi keselamatan warga.

Dengan potensi perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan, masyarakat Aceh dan Sumatera Utara diharapkan tetap waspada, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan maupun di kawasan rawan bencana.

×
Berita Terbaru Update