Aceh Utara – Turnamen sepak bola PS Bintang Muda Cup 2026 resmi bergulir di Lapangan PS Bintang Muda, Gampong Alue Keurinyai, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).
Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati hari lahir ke-35 PS Bintang Muda tersebut diikuti sebanyak 34 tim dari sejumlah wilayah di Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen. Seluruh tim akan berlaga dalam 17 pertandingan yang dijadwalkan berlangsung setiap hari hingga Selasa (29/9/2026).
Ketua Panitia PS Bintang Muda Cup 2026, Abdullah Ismail, mengatakan turnamen tersebut menjadi bagian dari peringatan perjalanan panjang PS Bintang Muda yang berdiri pada 1991.
“Piala PS Bintang Muda Cup 2026 ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari lahir PS Bintang Muda yang pada tahun ini genap berusia 35 tahun,” kata Abdullah.
Menurutnya, turnamen tidak hanya menjadi ajang untuk mencari tim terbaik, tetapi juga diharapkan menjadi wadah mempererat persaudaraan antarpemain, klub, dan masyarakat melalui olahraga.
Mengusung tema “Sportivitas – Persaudaraan – Prestasi”, turnamen tersebut juga membawa semangat Fair Play, Respect, Solidaritas, Prestasi. Panitia mengajak seluruh peserta menjadikan sepak bola sebagai sarana membangun kebersamaan.
![]() |
| Kapolres lhokseumawe, AKBP Dr Ahzan menendang bola pertama pertanda pertandingan dibuka |
Slogan yang diusung dalam turnamen itu adalah “Bersama Kita Lebih Kuat, Junjung Tinggi Sportivitas, Satu Lapangan, Sejuta Saudara.”
Pembukaan turnamen turut dihadiri Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, SH, SIK, MSM, MH, Camat Banda Baro Muhammad Nurkhazi, S.IP, Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara Tajuddin, S.Sos, Geuchik Alue Keurinyai Rasyidin, perwakilan Dandim, Yon Aharanut, Kasesbtor, perwakilan KONI Aceh Utara, serta perwakilan Ilham Pangestu dari DPR RI.
Dalam sambutannya, Camat Banda Baro, Muhammad Nurkhazi mengingatkan seluruh pemain dan masyarakat yang menyaksikan pertandingan agar mengedepankan sportivitas dan menjaga keamanan selama turnamen berlangsung.
![]() |
| Pemerikassan indetitas pemain |
Ia mengatakan, pertandingan sepak bola tidak semata-mata mengenai kemenangan dan perebutan piala, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi.
“Yang terutama dalam pertandingan sepak bola ini adalah sportivitas. Ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi,” katanya.
Menurut Muhammad Nurkhazi, keberadaan tim-tim dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa sepak bola mampu mempertemukan masyarakat dari latar belakang dan wilayah berbeda dalam suasana persaudaraan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh rangkaian PS Bintang Muda Cup 2026 dapat berlangsung aman dan lancar.
Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan memberikan pesan khusus kepada wasit, pemain, panitia, dan penonton agar bersama-sama menjaga sportivitas pertandingan.
Kepada perangkat pertandingan, ia meminta wasit dan asisten wasit menjalankan tugas secara adil dan profesional. Setiap keputusan yang diambil oleh wasit, katanya, harus dihormati oleh seluruh pemain.
“Untuk para pengadil, wasit dan asisten wasit, berlaku adillah. Kepada para pemain, setiap keputusan wasit wajib kita hormati. Silakan bertanding dan junjung tinggi sportivitas,” ucap Ahzan.
Kapolres juga berharap para pemain dapat menyuguhkan permainan sepak bola yang menarik sehingga memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
Menurutnya, persiapan panitia dalam menyelenggarakan turnamen di tingkat gampong patut diapresiasi. Karena itu, seluruh pihak diharapkan ikut mendukung sehingga pertandingan dapat berjalan sukses dari pembukaan hingga penutupan.
Ahzan menekankan bahwa kelancaran pertandingan tidak hanya bergantung kepada panitia dan wasit, tetapi juga kepada pemain serta penonton.
“Wasit sudah berlaku adil, pemain juga harus berlaku adil, begitu juga dengan penonton. Tiga komponen ini harus sama-sama menjaga ketertiban,” katanya.
Ia mengajak para penonton menikmati pertandingan dengan tertib dan memberikan dukungan positif kepada tim yang berlaga.
34 Tim, 17 Pertandingan
Pada laga perdana yang berlangsung Minggu (13/9/2026), Kalajengking FC Meunasah Pulo, Sawang, menghadapi Meurahet FC Blang Pohroh, Lhokseumawe.
Turnamen kemudian berlanjut setiap hari dengan mempertemukan tim-tim dari berbagai wilayah.
Senin (14/9), Rawasani FC Paya Dua, Banda Baro, berhadapan dengan Persiba FC Riseh Baroh, Sawang. Selasa (15/9), giliran Jabalnur Travel FC Paloh Lada, Dewantara, menghadapi Persada FC Alue Dua Makmur, Bireuen.
Pertandingan berikutnya mempertemukan Badai Selatan FC Cot Jabet, Banda Baro, dengan King River FC Krueng Tuan, Nisam Antara, kemudian Seuneubok FC Nisam melawan Muda Sebaya FC Babah Krueng, Sawang.
Selanjutnya, turnamen juga menghadirkan pertandingan Ulee Nyeue FC Banda Baro versus Singa Laut FC Blukat Teubai, Dewantara, PSDS Damakawan, Bireuen versus Persiba FC Blang Karing, Nisam, serta Imara Football Training Tambon Baroh, Dewantara versus PSPN Peunayen, Nisam.
Sejumlah pertandingan lainnya mempertemukan Jamuan Putra FC versus Keude Lawah FC, PS Rincong Aceh versus Biasa FC, Putra Musafir FC versus Persipal FC, hingga laga yang paling dinantikan masyarakat setempat, yakni PS Bintang Muda Alue Keurinyai versus PS Paya Seupat, Bireuen, yang dijadwalkan berlangsung Kamis (24/9/2026).
Rangkaian pertandingan akan ditutup pada Selasa (29/9/2026) dengan mempertemukan Batha City FC Ulee Pulo, Dewantara, melawan Bintang Biru FC Paya Gaboh, Sawang.
Kegiatan tersebut inisiator dari Nazaruddin (ketua forum peduli Banda Baro)atau biasa dipanggil Ketua Nazar yang jadi Sekjen Panitia kegiatan.[]



