-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Transaksi QRIS di Lhokseumawe Tembus Rp1,93 Triliun, BI Dorong UMKM Naik Kelas

Agustus 15, 2026 Last Updated 2026-08-15T03:56:05Z

Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yudo Herlambang bersama jajarannya menyampaikan aktivitas ekonomi digital diwilayah kerjanya yang terus tumbuh saat temu media di kantor tersebut.

LHOKSEUMAWE –
Aktivitas ekonomi digital di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga semester I 2026, transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tercatat mencapai Rp1,93 triliun dengan volume transaksi menembus 24 juta kali.

Data KPwBI Lhokseumawe mencatat, sepanjang Januari hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS mencapai 24.002.952 transaksi. Pada periode yang sama, jumlah merchant QRIS juga terus bertambah hingga mencapai 136.179 merchant pada Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat dan pelaku usaha. Bagi Bank Indonesia, perkembangan itu sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat aktivitas ekonomi daerah, terutama melalui percepatan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, mengatakan digitalisasi ekonomi merupakan salah satu peluang besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Lhokseumawe dan wilayah sekitarnya.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Temu Media KPwBI Lhokseumawe bertema “Sinergi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, Jumat (14/8).

“Digitalisasi ekonomi terus meningkat. Ini menjadi peluang yang sangat besar bagi daerah, khususnya bagi UMKM. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang masuk ke ekosistem digital, kita optimistis aktivitas ekonomi Lhokseumawe dan sekitarnya dapat terus berkembang,” ujar Yudo.

Menurutnya, penguatan ekonomi digital tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran. Pelaku UMKM juga perlu dibekali kemampuan untuk memanfaatkan berbagai kanal digital secara lebih luas, mulai dari pemasaran melalui e-commerce hingga akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan.

Karena itu, KPwBI Lhokseumawe terus mendorong proses onboarding UMKM agar semakin banyak pelaku usaha lokal yang masuk dan berkembang dalam ekosistem digital. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasar produk UMKM daerah.

Upaya itu mulai menunjukkan hasil. Sebanyak delapan UMKM di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe telah lolos kurasi untuk mengikuti pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Agustus 2026.

Perkuat Literasi dan Pelindungan Konsumen

Seiring pesatnya penggunaan transaksi digital, Bank Indonesia juga memberikan perhatian terhadap literasi dan pelindungan konsumen. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya mampu menggunakan layanan pembayaran digital, tetapi juga memahami risiko yang dapat muncul dalam transaksi elektronik.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, KPwBI Lhokseumawe telah melaksanakan 15 kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait Pelindungan Konsumen dan QRIS. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 3.000 peserta.

Edukasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus meminimalkan potensi fraud dan scam dalam transaksi digital.

“Digitalisasi harus diikuti dengan pemahaman masyarakat. Jangan sampai kemudahan transaksi justru tidak diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko,” kata Yudo.

Inflasi Pangan Tetap Diwaspadai

Di tengah optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi digital, Bank Indonesia tetap mencermati berbagai tantangan yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama perkembangan harga pangan.

KPwBI Lhokseumawe mencatat komoditas volatile food, khususnya beras dan aneka cabai, masih menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi di wilayah kerja.

Pada Juli 2026, beras menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Lhokseumawe. Kondisi tersebut terjadi seiring berangsur menurunnya pasokan gabah di tingkat petani.

Sementara itu, aneka cabai turut memberikan tekanan terhadap inflasi sejalan dengan dimulainya musim tanam di sejumlah daerah sentra produksi.

Untuk mengantisipasi potensi tekanan harga, diperlukan penguatan sinergi antardaerah, khususnya dengan daerah yang memiliki potensi sebagai sentra produksi pangan. Kerja sama tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi dan hilirisasi di daerah.

Pekan QRIS Nasional Jadi Momentum UMKM


Dalam upaya memperluas digitalisasi ekonomi sekaligus mendorong aktivitas UMKM, KPwBI Lhokseumawe akan menggelar rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 pada 16–17 Agustus 2026 di Lhokseumawe Convention Hall.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan bazar UMKM, pojok QRIS, edukasi, serta berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha.

PQN diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperluas penggunaan QRIS sekaligus memberikan ruang bagi UMKM lokal dalam memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan pasar murah sebagai bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut, KPwBI Lhokseumawe juga menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Media dinilai menjadi bagian penting dalam ekosistem pentahelix dan hexahelix, terutama dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat.

Yudo berharap sinergi antara Bank Indonesia dan media dapat terus diperkuat sehingga informasi yang diterima masyarakat tidak hanya akurat, tetapi juga edukatif dan konstruktif.

“Harapan kami, sinergi dengan media semakin erat sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat membangun ekspektasi yang positif, menciptakan kondisi yang kondusif, dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi Lhokseumawe dan wilayah sekitarnya,” pungkas Yudo.[]

×
Berita Terbaru Update