-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 691 Orang, Lebih dari 3.000 Hilang

Agustus 30, 2026 Last Updated 2026-08-30T11:30:24Z

Jumlah korban tewas banjir bandang Nepal dan China bertambah mendekati angka 700 orang (Foto: AP)

KATHMANDU —
Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal dan wilayah Tibet, China, terus bertambah. Hingga Minggu (30/8/2026), atau empat hari setelah bencana terjadi, sedikitnya 691 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 3.000 lainnya masih dinyatakan hilang.

Data terbaru dari badan penanggulangan bencana Nepal dan otoritas China mencatat, sebanyak 675 orang meninggal dunia di Nepal dan 2.498 orang lainnya masih dalam pencarian. Sementara di wilayah Tibet, China, sebanyak 16 orang dilaporkan tewas dan 546 lainnya belum ditemukan.

Besarnya jumlah korban membuat proses identifikasi jenazah menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas Nepal. Hingga Sabtu (29/8) malam, dari 669 jenazah yang telah ditemukan, baru 20 yang berhasil diidentifikasi oleh keluarga.

Pihak berwenang kini berupaya mengamankan bukti serta mencari lokasi alternatif untuk menampung jenazah. Kamar mayat di sejumlah rumah sakit dilaporkan telah penuh, sementara kondisi jenazah yang mulai membusuk semakin menyulitkan proses identifikasi.

Juru bicara Kepolisian Nepal, Abi Narayan Kafle, mengatakan kepada Kathmandu Post, banyak korban ditemukan setelah terseret arus dalam jarak yang jauh, tertimpa maupun terbentur puing-puing berupa pohon dan batu.

Kondisi tersebut membuat proses identifikasi secara visual menjadi sangat sulit.

“Dari 669 jenazah yang ditemukan, 211 ditemukan dalam kondisi termutilasi, sebagian atau terputus, sehingga identifikasi visual menjadi sangat sulit,” kata Kafle.

Menurutnya, sebagian korban juga ditemukan setelah tertimbun lumpur dan air selama beberapa hari.

“Banyak jenazah terkubur di bawah lumpur dan air tebal selama dua hingga tiga hari,” ujarnya.

Selain korban warga lokal, bencana tersebut juga berdampak terhadap warga negara asing yang berada di kawasan terdampak. Dewan Pariwisata Nepal melaporkan sebanyak 261 warga asing telah berhasil diselamatkan, sementara 320 lainnya masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh tim gabungan di sejumlah wilayah terdampak. Medan yang sulit, timbunan lumpur, serta material yang terbawa arus menjadi tantangan bagi petugas dalam menemukan korban yang masih hilang.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah, bencana banjir bandang tersebut menjadi salah satu tragedi kemanusiaan besar di kawasan Nepal dan Tibet dalam beberapa hari terakhir. Proses pencarian korban serta identifikasi jenazah masih terus dilakukan hingga Minggu.[Inews]

×
Berita Terbaru Update