-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN ke 32 Provinsi, Fokus Ketahanan Pangan dan Perubahan Iklim

Juni 20, 2026 Last Updated 2026-06-20T08:02:45Z


Yogyakarta –
Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menerjunkan sebanyak 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026. Upacara penerjunan yang berlangsung di Lapangan Pancasila UGM, Jumat (19/6/2026), menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.

Ribuan mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 298 unit KKN yang tersebar di 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi. Dalam pelaksanaannya, mereka didampingi oleh 324 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Koordinator Wilayah (Korwil), serta didukung 199 mitra yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, industri, organisasi masyarakat, dan jaringan alumni UGM.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan bahwa KKN merupakan ruang belajar sekaligus ruang kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga sarana membangun komitmen bersama dalam memberdayakan masyarakat.

“Selama kurang lebih 50 hari, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan belajar langsung dari masyarakat. Saya yakin berbagai program yang dijalankan mampu menjawab persoalan riil di lapangan sekaligus membawa perubahan positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ova juga mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga kesehatan, keselamatan, serta nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di daerah penugasan masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, S.S., M.A., yang turut hadir dalam acara penerjunan mengapresiasi konsistensi UGM dalam menjaga hubungan erat antara kampus dan masyarakat melalui program KKN.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung agenda industrialisasi desa yang saat ini terus didorong pemerintah. Potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan jaringan sosial yang dimiliki desa dapat menjadi kekuatan ekonomi produktif apabila dikelola melalui pendekatan industri yang tepat.

“Saya berharap mahasiswa KKN UGM dapat menghadirkan ide, inovasi, dan kontribusi nyata dalam mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di berbagai daerah sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa KKN-PPM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus media pembelajaran mahasiswa untuk memahami realitas sosial secara langsung.

“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan otentik untuk belajar dari masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membangun empati sosial, menghadirkan solusi bersama masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ujarnya.

Tahun ini, KKN-PPM UGM mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim melalui KKN-PPM UGM.” Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pengelolaan lingkungan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, penanganan stunting, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna dan digitalisasi masyarakat.

Semangat pengabdian itu juga tercermin dari sejumlah tim yang akan bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk di Papua.

Salah satunya adalah Tim KKN Raja Ampat Begisah yang akan menjalankan program pengabdian di Kampung Samati dan Waim, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Koordinator tim, Rizki Abdillah dari Fakultas Psikologi UGM, menjelaskan bahwa timnya mengusung sejumlah program berbasis potensi masyarakat pesisir.

“Kami akan mendampingi komunitas nelayan melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana, pengembangan pemasaran hasil perikanan, serta melanjutkan program pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah seperti nugget ikan yang telah dirintis tim KKN sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, tim tersebut juga mengembangkan inovasi pemanfaatan mangrove melalui produksi teh mangrove sebagai produk ekonomi kreatif masyarakat. Di bidang lingkungan, mereka bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk melakukan pengujian kualitas air yang selama ini digunakan masyarakat setempat.

Sementara itu, Tim KKN Biak Elok yang akan bertugas di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, Papua, fokus pada program pemberdayaan masyarakat berbasis penguatan ekonomi lokal, pariwisata partisipatif, dan infrastruktur hijau.

Ketua tim, Sarasvati Baktiantoro dari Program Studi Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya UGM, mengatakan bahwa wilayah tersebut merupakan lokasi baru yang belum pernah menjadi tujuan KKN UGM sebelumnya.

“Kami ingin membawa ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Di saat yang sama, kami juga ingin belajar dari pengalaman hidup dan pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat setempat,” ujarnya.

Melalui penerjunan KKN-PPM Periode II Tahun 2026 ini, UGM berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat.

Lebih dari itu, program KKN diharapkan semakin memperkuat peran UGM sebagai universitas kerakyatan yang hadir, tumbuh, dan berkembang bersama masyarakat Indonesia.

“Kepada seluruh mahasiswa, berangkatlah dengan selamat dan pulanglah dengan selamat. Jaga diri, jaga teman, dan jaga persahabatan dengan masyarakat. Belajarlah bersama rakyat, karena di sanalah banyak pengetahuan yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas,” pesan Arie Sudjito.[]

×
Berita Terbaru Update