-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Puskesmas Nisam Antara Gelar Penyuluhan di Tiga Titik, Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia 2026

April 02, 2026 Last Updated 2026-04-02T10:21:18Z


Aceh Utara –
Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia 2026, BLUD Puskesmas Nisam Antara menggelar serangkaian kegiatan penyuluhan dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan di tiga titik berbeda, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tuberkulosis sekaligus mendorong pencegahan dan penanganan dini di wilayah Nisam Antara.

Pada titik pertama, penyuluhan dilakukan di Dusun Banda Khalifah, Desa Alue Papeun oleh kader TB setempat, Mauliana. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai gejala, penularan, serta pentingnya deteksi dini TB.

Selanjutnya, pada titik kedua, tim gabungan organisasi profesi yang terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) melakukan kunjungan ke keluarga berisiko tinggi di Dusun Blang Rimeh, Desa Alue Dua. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pendekatan langsung sekaligus skrining awal terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar TB.

Sementara itu, kegiatan di titik ketiga dipusatkan di Puskesmas Nisam Antara melalui edukasi kepada para pengunjung. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BLUD Puskesmas Nisam Antara, Epie Apriyanty, SKM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program penanggulangan TB merupakan salah satu program prioritas Presiden, sehingga diperlukan koordinasi yang terintegrasi untuk menuntaskan kasus TB di wilayah tersebut.

“Penanganan TB membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, hingga masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, kita optimis kasus TB di Nisam Antara dapat ditekan,” ujarnya.

Edukasi kemudian dilanjutkan oleh dr. Masykur yang menjelaskan tentang penyebab, pencegahan, dan penanganan TB. Ia menegaskan bahwa penyakit TB dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Selain itu, Petugas Promosi Kesehatan, Desi Arisandi, SKM, turut memberikan edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk etika batuk dan bersin sebagai langkah efektif mencegah penularan TB.

Materi juga disampaikan oleh Ketua IBI Ranting Nisam Antara, Yusnani, Amd.Keb, yang menyoroti risiko dan bahaya TB pada ibu hamil serta bayi yang dikandung. Ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi ibu hamil guna mencegah dampak buruk TB.

Sebagai penutup, Penanggung Jawab Program TB, Suryani, AMK, mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan skrining jika mengalami gejala TB. “Penyakit TB bisa disembuhkan. Kami berharap masyarakat lebih proaktif memeriksakan diri agar penanganan dapat dilakukan sejak dini,” ungkapnya.[]

×
Berita Terbaru Update