-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Air Cucian Beras Boleh untuk Tanaman, tapi Bukan Pengganti Pupuk

Maret 24, 2026 Last Updated 2026-03-24T11:27:17Z


Air cucian beras kerap dimanfaatkan untuk menyiram tanaman sebagai upaya mengurangi pemborosan air. Cara ini dinilai sah-sah saja, namun tidak dapat dijadikan sebagai pengganti pupuk utama.

Sejumlah pakar tanaman menegaskan bahwa air cucian beras tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Kandungan unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dalam air tersebut sangat rendah.

Ahli hortikultura juga menyebutkan bahwa pati yang terkandung dalam air beras belum tentu dapat diolah menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman. Karena itu, penggunaannya hanya sebatas alternatif penyiraman, bukan sebagai sumber nutrisi utama.

Meski demikian, air cucian beras tetap bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman agar tidak terbuang percuma. Namun, penggunaannya harus dibatasi, yakni tidak lebih dari sekali dalam sebulan.

Selain itu, penting memastikan air cucian beras yang digunakan tidak mengandung bahan tambahan seperti garam, minyak, atau mentega karena dapat merusak tanaman, terutama tanaman hias.

Penggunaan berlebihan juga perlu dihindari karena dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, membuat tanah mengeras, serta menarik hama.

Cara Aman Menggunakan Air Cucian Beras:

- Gunakan perbandingan air dan beras sekitar 3:1 saat mencuci
- Rendam selama 20–30 menit atau aduk untuk membantu pelepasan pati
- Saring air sebelum digunakan
- Kocok sebelum disiramkan ke tanaman

Dengan penggunaan yang tepat, air cucian beras bisa menjadi alternatif ramah lingkungan untuk penyiraman, meski tetap tidak dapat menggantikan fungsi pupuk dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.[]

×
Berita Terbaru Update