-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perang Dagang Memanas, Uni Eropa Siapkan Tarif Balasan untuk Produk AS

Juli 15, 2025 Last Updated 2025-07-15T13:56:57Z


BRUSSELS –
Ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) kembali memanas. UE kini bersiap menerapkan tarif balasan terhadap berbagai produk asal AS, sebagai respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana mengenakan tarif impor hingga 30% terhadap barang dari Benua Biru mulai 1 Agustus 2025.

Langkah tersebut menandai eskalasi terbaru dalam hubungan dagang transatlantik yang semakin renggang. Berdasarkan laporan Reuters, Selasa (15/7/2025), Komisi Eropa telah menyusun daftar barang-barang bernilai tinggi yang akan dikenakan tarif balasan. Daftar tersebut mencakup pesawat terbang, mobil, mesin, peralatan medis, bahan kimia, serta produk-produk pertanian dan makanan seperti buah-buahan, sayuran, anggur, bir, dan minuman beralkohol.

Total nilai ekspor yang berpotensi terkena tarif balasan mencapai 72 miliar Euro atau sekitar Rp 1.367 triliun. Ini merupakan paket tarif kedua yang disiapkan oleh Komisi Eropa, lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan perdagangan 27 negara anggota UE.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan bahwa meski UE bersiap dengan langkah balasan, pihaknya tetap membuka ruang dialog untuk menyelesaikan konflik melalui jalur negosiasi.

    "Kami selalu sangat jelas bahwa kami lebih menyukai solusi yang dinegosiasikan," ujar Ursula. Ia juga menyebutkan bahwa sebagai bentuk itikad baik, UE telah menunda pembalasan atas tarif baja dan aluminium yang lebih dulu dikenakan oleh AS.

Namun, ancaman terbaru Trump dinilai telah melewati batas. Para pejabat Eropa menyebut tarif sebesar 30% sebagai tindakan sepihak yang “tidak dapat diterima” dan berpotensi mengakhiri hubungan perdagangan normal antara dua ekonomi terbesar dunia.

Sejak kembali menjabat pada Januari lalu, Trump menerapkan kebijakan proteksionis agresif terhadap sejumlah negara, termasuk sekutu dekat AS. Langkah ini tidak hanya memicu kekhawatiran di pasar keuangan global, tetapi juga meningkatkan risiko perlambatan ekonomi dunia.

Di tengah tekanan domestik untuk memenuhi janji kampanye soal “perjanjian dagang yang adil”, pemerintahan Trump memang telah mengamankan beberapa kesepakatan bilateral, termasuk dengan Inggris dan Vietnam. Namun, pendekatan tarif balasan terhadap mitra-mitra utama seperti UE dan China justru memicu ketidakpastian dan menimbulkan kekhawatiran lanjutan di sektor bisnis.

Jika rencana tarif balasan ini benar-benar diberlakukan, hubungan dagang AS-UE bisa memasuki fase krisis baru yang mempengaruhi jutaan pekerjaan dan stabilitas ekonomi global. Dunia kini menanti apakah kedua pihak mampu meredakan ketegangan melalui diplomasi atau justru melangkah lebih jauh ke dalam jurang perang dagang terbuka.[]

×
Berita Terbaru Update