-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gubernur Aceh Resmikan Pabrik Karet Remah PT PBS di Aceh Barat: Bukti Aceh Aman untuk Investasi

Juli 09, 2025 Last Updated 2025-07-09T10:54:12Z

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, memberikan sambutan saat meresmikan Pabrik Karet Remah PT. Potensi Bumi Sakti, di Gampong Glee Siblah, Kec. Woyla, Kab. Aceh Barat, Selasa (8/7/2025).

Aceh Barat –
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, meresmikan operasional pabrik karet remah milik PT Potensi Bumi Sakti (PBS) yang berlokasi di Gampong Glee Siblah, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, pada Selasa (8/7/2025). Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis bersama Direktur Utama Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, sebagai mitra strategis dalam investasi pabrik ini.

Turut hadir dalam acara penting ini Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wali Nanggroe Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, Ketua DPRA Zulfadhli, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko, Kajati Aceh Yudi Triadi, Kabinda Aceh, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat dari berbagai instansi.

Pabrik karet remah tersebut dibangun di atas lahan seluas 25 hektare. Proses pembangunannya telah dimulai sejak peletakan batu pertama pada 8 Oktober 2013, saat Mualem masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh. Setelah prosesi peresmian, Gubernur Aceh dan rombongan melakukan peninjauan langsung ke dalam area pabrik.

Dalam sambutannya, Gubernur Mualem menyampaikan bahwa hadirnya pabrik ini merupakan bukti konkret bahwa Aceh adalah wilayah yang aman dan terbuka bagi investasi nasional maupun internasional.

“Kehadiran PT PBS ini akan mengurangi angka pengangguran di Aceh. Ini bukti bahwa Aceh aman dan damai sehingga investor luar berani membawa modalnya ke daerah ini,” ujar Mualem.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Hashim Djojohadikusumo atas kepercayaannya untuk berinvestasi di Aceh dan menyatakan bahwa proyek ini selaras dengan program pemerintah dalam membuka lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat Aceh, saya ucapkan selamat datang kepada Bapak Hashim di bumi Teuku Umar ini,” lanjut Mualem.

“Ini sesuai visi dan misi kami: menekan angka pengangguran, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.”

Mualem juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas dan keamanan agar pabrik dapat beroperasi secara berkelanjutan.

“Kalau ingin investasi tumbuh, keamanan harus jadi prioritas. Saya minta masyarakat Woyla dan Aceh Barat untuk ikut menjaga pabrik ini. Jangan biarkan satu pun gangguan membuat orang enggan datang,” tegasnya.

Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga karena setelah hampir 12 tahun perencanaan dan pembangunan, pabrik akhirnya bisa beroperasi penuh.

“Pembangunan pabrik ini membutuhkan waktu hampir 12 tahun. Alhamdulillah, hari ini akhirnya kita bisa menyaksikan hasil dari ketekunan dan kerja keras bersama,” ujar Hashim.

Ia menjelaskan bahwa pabrik menggunakan mesin berkapasitas tinggi dengan kemampuan mengolah 10 ton karet basah per jam, atau setara dengan 5 ton karet kering per jam. Targetnya adalah menghasilkan 100 ton karet kering setiap hari, dengan proyeksi output 2.500 ton karet kering per bulan.

“Jika pasokan bahan baku mencukupi, kami siap melakukan ekspansi jalur produksi kedua sehingga kapasitas bisa dilipatgandakan,” tambahnya.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, turut menyampaikan harapan besar agar hasil produksi pabrik ini suatu saat bisa diekspor langsung dari wilayah Aceh Barat, walau saat ini belum tersedia infrastruktur pelabuhan yang memadai.

“Kami berharap produk karet dari Aceh Barat nantinya bisa diekspor langsung dari sini. Namun, keterbatasan pelabuhan menjadi tantangan yang perlu segera diatasi,” ujarnya.[]

×
Berita Terbaru Update