-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Misi Dagang Aceh–Jawa Timur Catat Potensi Transaksi Rp1,079 Triliun

Oktober 20, 2026 Last Updated 2026-10-20T03:12:21Z

BANDA ACEH
– Misi dagang dan investasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatatkan potensi transaksi jual beli mencapai Rp1,079 triliun. Kegiatan yang mempertemukan 149 pelaku usaha dari kedua provinsi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pasar produk unggulan daerah sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, menyambut baik pelaksanaan misi dagang tersebut di Hotel Amel, Banda Aceh, Senin (19/10/2026). Ia berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada transaksi perdagangan, tetapi berkembang ke sektor lain, terutama pariwisata.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke bidang lain, terutama pariwisata,” kata Dek Fadh.

Menurutnya, perluasan jaringan perdagangan antardaerah menjadi peluang bagi Aceh untuk memperkenalkan dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan, seperti kopi Gayo dan nilam, agar semakin mampu menembus pasar internasional.

Dek Fadh juga menilai Aceh memiliki potensi besar untuk kembali memperkuat perannya dalam jaringan perdagangan internasional. Ia menyinggung sejarah Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda sebagai salah satu periode penting perkembangan perdagangan dan hubungan ekonomi dengan berbagai wilayah.

Melalui kolaborasi investasi dan perdagangan dengan Jawa Timur, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan untuk membuka peluang usaha baru, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Di sisi lain, Dek Fadh menyampaikan bahwa pembangunan Aceh pascabencana terus berjalan meskipun kondisi ekonomi masih menghadapi tantangan. Pemerintah Aceh, katanya, juga perlu mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir pada akhir tahun.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjadi salah satu provinsi pertama menyalurkan bantuan bagi masyarakat Aceh ketika bencana terjadi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa misi dagang merupakan salah satu upaya memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mudah-mudahan kesepakatan bersama ini bisa ditindaklanjuti secara efektif karena setiap melakukan misi dagang, kami ingin bisa maju bersama,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas sambutan yang diberikan. Ia turut mengapresiasi peran historis masyarakat Aceh dalam perjuangan mempertahankan tanah air, termasuk kepahlawanan Laksamana Malahayati.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan misi dagang ke-27 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 109 pelaku usaha dari Aceh dan 40 pelaku usaha dari Jawa Timur terlibat dalam pertemuan bisnis tersebut.

Transaksi yang dijajaki mencakup berbagai produk dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, hingga fesyen. Keragaman komoditas tersebut membuka peluang bagi kedua provinsi untuk saling melengkapi kebutuhan pasar sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk masing-masing daerah.

Kegiatan itu juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antardinas terkait serta kesepakatan dagang yang melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), dan pelaku usaha dari kedua provinsi.

Potensi transaksi sebesar Rp1,079 triliun tersebut menjadi peluang bagi Aceh dan Jawa Timur untuk memperkuat hubungan ekonomi antardaerah. Tindak lanjut terhadap kesepakatan yang telah dibangun diharapkan dapat memperluas akses pasar, mendorong pertumbuhan usaha, serta menciptakan kemitraan perdagangan dan investasi yang berkelanjutan. []
×
Berita Terbaru Update