ACEH UTARA – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir melalui program Gampong Siaga Sehat Banjir Berbasis Meunasah di Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, 18 Oktober 2026.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Kedokteran tersebut menyasar kader kesehatan dan aparatur gampong. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan mitigasi bencana sekaligus mengantisipasi berbagai risiko kesehatan yang dapat muncul setelah banjir.
Mengusung tajuk “Pemberdayaan Kader Gampong Siaga Sehat Banjir Berbasis Meunasah untuk Meningkatkan Ketangguhan Kesehatan Masyarakat di Desa Lancang Barat Kecamatan Dewantara”, kegiatan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan bencana, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai mitigasi banjir, pengenalan potensi risiko bencana, serta langkah-langkah untuk meminimalkan dampaknya. Masyarakat juga dibekali pengetahuan tentang persoalan kesehatan yang berpotensi terjadi setelah banjir, sehingga dapat melakukan langkah pencegahan dan merespons kondisi darurat secara lebih tepat.
Ketua tim pengabdian, Zahrina, M.Si., menjelaskan bahwa banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan fasilitas umum, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
“Genangan air yang tercemar, sanitasi yang buruk, keterbatasan akses terhadap air bersih, serta terganggunya pelayanan kesehatan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diare dan gangguan kulit,” jelasnya.
Menurut Zahrina, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak kesehatan akibat banjir. Karena itu, kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini agar warga tidak hanya mampu menghadapi ancaman bencana, tetapi juga melindungi diri dan keluarga dari penyakit setelah air surut.
Meunasah sebagai Pusat Kesiapsiagaan Gampong
Salah satu keunggulan program ini adalah penggunaan pendekatan berbasis meunasah sebagai ruang penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Di Aceh, meunasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang berpotensi dimanfaatkan untuk koordinasi warga, penyebaran informasi, serta pengorganisasian upaya menghadapi bencana.
Melalui pendekatan tersebut, kader dan aparatur gampong didorong untuk mengambil peran lebih aktif dalam membangun sistem kesiapsiagaan di tingkat lokal. Kedekatan mereka dengan masyarakat serta pemahaman terhadap kondisi lingkungan setempat menjadi modal penting dalam mengenali risiko dan menentukan langkah yang dibutuhkan ketika banjir terjadi.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para kader diharapkan mampu menyampaikan informasi mitigasi kepada warga, mengidentifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat, serta membantu upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan pascabanjir.
Pendekatan berbasis komunitas ini juga diharapkan dapat memperkuat gotong royong dan meningkatkan kesadaran bahwa perlindungan kesehatan merupakan bagian penting dari penanggulangan bencana.
Tim pengabdian FK Unimal tersebut diketuai oleh Zahrina, M.Si., dengan anggota Anis En Nabiilah, M.Si., dan Aryandi Darwis, M.K.M. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Kedokteran, yakni Shafiq Mulya, Fiqra Oriza Zikri, Muhammad Zakki Surgery, dan Muhammad Hazizi.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Melalui interaksi dengan warga, kader kesehatan, dan aparatur gampong, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam memahami persoalan kesehatan masyarakat serta pentingnya pendekatan promotif dan preventif, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak bencana.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi FK Unimal dalam memperkuat peran perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang aplikatif dan berorientasi pada pencegahan.[]
