-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Turnamen Sepak Bola Antar-Gampong di Tanah Luas Diwarnai Keributan, Aparat Turun Tangan

Agustus 28, 2026 Last Updated 2026-08-28T08:26:40Z


ACEH UTARA –
Turnamen sepak bola antargampong yang mempertemukan kesebelasan Desa Ampeh dan Desa Trieng di Lapangan Sepak Bola Bumi Gas, Desa Blangjrun, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis (27/8/2026), berakhir dengan keributan antarpemain dan penonton.

Keributan terjadi sesaat setelah pertandingan berakhir. Aksi saling ejek antara pemain dan pendukung kedua kesebelasan memicu ketegangan yang kemudian merembet hingga ke tepi lapangan. Sejumlah pihak terlibat saling dorong sehingga situasi sempat berpotensi berkembang menjadi lebih besar.

Melihat kondisi tersebut, Babinsa Koramil 10/Tanah Luas, Sertu Hendra Saputra, bersama Serka Junaidi dan personel Bhabinkamtibmas segera turun tangan untuk memisahkan pihak-pihak yang terlibat. Aparat berupaya mengendalikan situasi agar keributan tidak meluas serta menjaga keselamatan pemain dan penonton.

Dalam proses pengamanan, seorang penonton asal Desa Ampeh bernama Haiqal diamankan karena dinilai masih terbawa emosi dan berupaya mendatangi pendukung Desa Trieng. Haiqal diketahui merupakan anggota PWI Kota Lhokseumawe sekaligus Ketua Pemuda Desa Ampeh.

Saat diamankan, petugas berupaya merangkul dan membaringkan Haiqal di atas rumput lapangan. Namun, menurut keterangan Sertu Hendra, yang bersangkutan masih melakukan perlawanan dan berusaha mendatangi pendukung lawan.

Dalam proses tersebut, Sertu Hendra kehilangan keseimbangan hingga ikut terjatuh. Lututnya kemudian mengenai bagian tubuh Haiqal. Sertu Hendra menjelaskan bahwa benturan tersebut terjadi ketika dirinya berupaya mengamankan situasi dan bukan merupakan tindakan yang disengaja.

“Saya tetap bersedia menemui Haiqal untuk memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian. Harapan saya persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berkembang menjadi persoalan lain,” kata Hendra.

Setelah berhasil diamankan, Haiqal kemudian dibawa oleh personel Polsek Tanah Luas ke Mapolsek Tanah Luas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya keributan susulan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

Hendra menegaskan bahwa tindakan aparat di lapangan dilakukan untuk mengendalikan situasi dan menjaga keamanan pertandingan.

Sementara itu, Danramil 10/Tanah Luas, Kapten Inf Bahtera Luking Purba, telah meminta penjelasan langsung kepada Sertu Hendra mengenai kronologi kejadian. Klarifikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi internal terhadap pelaksanaan pengamanan di lapangan.

Ketua panitia turnamen, Al Halim Ali, mengatakan keributan terjadi ketika kondisi di sekitar lapangan dipenuhi penonton. Ia mengaku tidak melihat adanya pemukulan maupun tindakan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan dalam insiden tersebut.

Menurut Al Halim, keributan bermula dari aksi saling ejek setelah pertandingan berakhir. Ia menyebut salah seorang pemain Desa Trieng, Zulham, mengejek penonton dari Desa Ampeh. Ejekan tersebut kemudian memancing emosi Haiqal yang berusaha mendatangi pendukung tim lawan.

“Keributan bermula dari saling ejek setelah pertandingan. Saat itu penonton memang cukup ramai di sekitar lapangan,” ujar Al Halim.

Melihat situasi yang semakin memanas, personel Babinsa bersama Bhabinkamtibmas segera melakukan pengamanan dan memisahkan pihak-pihak yang terlibat. Langkah tersebut dilakukan agar perselisihan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Kesigapan aparat dalam meredam keributan membuat situasi di lokasi pertandingan kembali terkendali. Setelah pihak-pihak yang terlibat dipisahkan, kondisi di sekitar lapangan berangsur kondusif.[]

×
Berita Terbaru Update