-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Peduli Desa Lingkungan, Dosen Unimal Latih Pemuda Paya Gaboh Jadi Teknisi AC Profesional

Agustus 14, 2026 Last Updated 2026-08-14T13:27:44Z


Aceh Utara -
Dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memberikan pelatihan servis AC Split kepada pemuda Desa Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Pelatihan yang berlangsung 14–30 Agustus 2026 tersebut melibatkan 10 pemuda lulusan SMK bidang Teknik Pendingin. Kegiatan dirancang tidak sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha jasa servis pendingin secara mandiri.

Pelatihan dipusatkan di dua lokasi, yakni Laboratorium Teknik Mesin Unimal dan workshop mitra Berkat Maju Service di Gampong Calok Giri, Jalan KKA, Kecamatan Muara Batu.

Kegiatan diketuai Muhammad M.Eng, bersama tim dosen dari Teknik Mesin dan Teknik Material. Pelatihan juga melibatkan instruktur dari alumni Teknik Mesin Unimal, Dailami ST, serta mahasiswa Teknik Mesin yang turut mendampingi peserta selama kegiatan praktik.

Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Geuchik Paya Gaboh, Ibrahim ST, yang juga merupakan alumni Teknik Mesin Unimal.

Pembukaan pelatihan dilaksanakan Jumat (14/8/2026) di Laboratorium Teknik Mesin Unimal. Sebanyak 10 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas sembilan laki-laki dan satu perempuan. Turut hadir Ketua Pemuda Desa Paya Gaboh yang mewakili pemerintah desa, para instruktur, dosen, serta alumni Unimal.

Ketua pelaksana, Muhammad M.Eng mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk kepedulian Unimal bersama alumni terhadap peningkatan kapasitas pemuda di desa lingkungan kampus.

“Pelatihan ini bertujuan memberikan keahlian dasar service AC Split sebagai kelanjutan dari pendidikan vokasi di SMK, khususnya SMK 1 Dewantara. Kami meminta peserta untuk serius mengikuti pelatihan, aktif bertanya, dan tidak hanya sekadar hadir,” katanya.

Menurut Muhammad, jadwal pelatihan sengaja dirancang fleksibel agar tidak mengganggu aktivitas peserta. Jika sebelumnya direncanakan berlangsung selama lima hari berturut-turut, pelaksanaan kemudian disesuaikan menjadi setiap hari Minggu atau hari libur.

Dengan pola tersebut, peserta tetap dapat mengikuti pelatihan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka. Materi yang diberikan juga diarahkan pada praktik agar peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menangani berbagai persoalan pada perangkat AC Split.

Geuchik Paya Gaboh, Ibrahim memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menilai pelatihan keterampilan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi pemuda desa untuk memperoleh keahlian yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

“Kesempatan ini belum pernah ada sebelumnya untuk pemuda kita. Manfaatkan dengan baik untuk mendapatkan ilmu dan keahlian sebagai bekal wirausaha ke depan,” pesannya.

Sementara itu, anggota tim pelaksana, Reza Putra M.Eng, mengatakan panitia telah menyiapkan berbagai kebutuhan peserta selama mengikuti pelatihan, mulai dari peralatan, bahan praktik, hingga makan siang.

“Tidak ada pungutan biaya. Semua fasilitas ini disediakan sebagai bentuk pengabdian kampus untuk masyarakat. Silakan dimanfaatkan sebaik mungkin. Kegiatan praktik intensif akan dimulai 21 Agustus hingga selesai di Berkat Maju Service,” kata Reza.[]

×
Berita Terbaru Update