![]() |
| Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Malikussaleh melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Foto: Ist. |
Benar Meriah – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Malikussaleh melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Program Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) Tahun Ketiga yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program pengabdian ini difokuskan pada penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Maju dan Koperasi Bukit Diana Makmur di Kabupaten Bener Meriah sebagai sentra penghasil Kopi Arabika Gayo dan Pisang Cavendish. Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program diarahkan pada penguatan hilirisasi produk unggulan daerah agar mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus mendorong terciptanya usaha masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Mursyidin, M.A., menjelaskan bahwa tahun ketiga merupakan fase pemantapan menuju kemandirian usaha melalui penguatan teknologi produksi, pemasaran digital, legalitas usaha, serta pengembangan produk olahan bernilai ekonomi tinggi.
"Selama dua tahun terakhir kami telah membangun fondasi kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkenalkan teknologi, serta membuka akses pasar bagi kelompok mitra. Pada tahun ketiga ini, fokus kami adalah memperkuat hilirisasi produk sehingga masyarakat tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, dan mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Inilah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal," ujar Dr. Mursyidin.
Menurutnya, program ini juga mengembangkan model pemberdayaan yang mengintegrasikan prinsip keadilan gender dalam tata kelola usaha. Perempuan dan laki-laki memperoleh kesempatan yang setara dalam proses produksi, pengambilan keputusan, pengelolaan usaha, hingga pemasaran sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Pada tahun ketiga ini, tim pengabdian akan menghadirkan berbagai inovasi, antara lain pengadaan mesin roasting kopi, mesin pengemasan modern, pemanfaatan energi surya (solar panel), penyediaan akses internet berbasis Starlink untuk mendukung pemasaran digital, serta pendampingan pengurusan sertifikasi halal dan PIRT. Seluruh inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Program ini juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi sedikitnya 20 persen, peningkatan penjualan produk olahan hingga 25 persen, perluasan pemasaran digital, serta meningkatnya keterlibatan perempuan dalam struktur kepengurusan dan pengambilan keputusan di tingkat kelompok usaha.
Ketua KWT Karya Maju, Mariani, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Universitas Malikussaleh selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, program tersebut telah membawa perubahan nyata terhadap kemampuan kelompok dalam mengelola usaha.
"Pendampingan dari Universitas Malikussaleh sangat membantu kami, mulai dari peningkatan keterampilan mengolah kopi dan pisang, pengelolaan usaha, hingga pemasaran produk. Dengan dukungan teknologi dan pembinaan yang berkelanjutan, kami semakin percaya diri untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut agar kelompok kami semakin mandiri dan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota," ungkap Ketua KWT Karya Maju.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. Mursyidin, M.A., Ainol Mardhiah, Mustafa Kamal, dan Herdian Saputra, dengan melibatkan mahasiswa Universitas Malikussaleh melalui skema pembelajaran di luar kampus. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Melalui program ini, Universitas Malikussaleh berharap dapat melahirkan model pemberdayaan ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah yang inklusif, inovatif, berkeadilan gender, dan berkelanjutan. Model tersebut diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan usaha masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Program PM-UPUD ini sekaligus menegaskan peran Universitas Malikussaleh sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. [*]
