
Fathir Hidayadi (Foto: Dinas Sosial Aceh)
Banda Aceh – Semangat dan tekad kuat mengantarkan Fathir Hidayadi, penyandang disabilitas netra asal Aceh, menjadi satu-satunya wakil provinsi tersebut yang berhasil lolos ke ajang Musabaqah Dakwah Islamiyah (MDI) Tingkat Nasional Tahun 2026. Fathir akan berlaga pada cabang Murattal Al-Qur’an yang digelar di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Keberhasilan Fathir menembus kompetisi nasional tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi, Fathir membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan ketekunan mampu membuka jalan menuju prestasi yang membanggakan.
Menjelang keberangkatannya ke Purworejo, Fathir mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Aceh. Ia diterima oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, di ruang kerjanya pada Selasa, 16 Juni 2026. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain memberikan motivasi, Budi Afrizal juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan Fathir yang telah berhasil mengharumkan nama Aceh hingga ke tingkat nasional.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena Ananda Fathir Hidayadi mampu menorehkan prestasi yang membanggakan dengan menjadi satu-satunya wakil Aceh yang lolos ke tingkat nasional. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Dinas Sosial Aceh, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh,” ujar Budi Afrizal.
Menurutnya, pencapaian yang diraih Fathir merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh disiplin dan kesungguhan. Selama ini, Fathir mendapatkan pembinaan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Disabilitas Beujroh Meukarya (PSDBM) Dinas Sosial Aceh. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kemampuan Fathir dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an terus berkembang hingga akhirnya mampu bersaing di tingkat nasional.
Budi menegaskan bahwa keberhasilan Fathir menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan potensi terbaik mereka di berbagai bidang.
“Semoga Fathir dapat tampil maksimal, menjaga kesehatan, serta membawa nama baik Aceh di ajang Musabaqah Dakwah Islamiyah Nasional,” katanya.
![]() |
| Penyandang Disabilitas Netra Jadi Satu-satunya Perwakilan Aceh di Ajang Murattal Nasional. Foto: Dinsos Aceh. |
Pada Rabu, 17 Juni 2026, Dinas Sosial Aceh secara resmi memberangkatkan Fathir menuju lokasi perlombaan. Dalam perjalanannya, Fathir didampingi oleh petugas pendamping dari UPTD Panti Sosial Disabilitas Beujroh Meukarya, Zulfikar, yang sekaligus mewakili keluarga selama kegiatan berlangsung. Berbagai kebutuhan keberangkatan dan pendampingan telah dipersiapkan untuk memastikan Fathir dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan optimal.
Musabaqah Dakwah Islamiyah Nasional merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah, mengembangkan kemampuan generasi muda di bidang keagamaan, serta memperluas syiar Islam di tengah masyarakat.
Keikutsertaan Fathir pada ajang nasional tersebut juga mencerminkan komitmen Pemerintah Aceh dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan ramah disabilitas. Di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh, pemerintah terus mendorong terbukanya ruang partisipasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar mampu berkontribusi dan berprestasi di berbagai sektor.
Budi Afrizal menambahkan, Dinas Sosial Aceh akan terus berupaya melahirkan lebih banyak talenta dari kalangan penyandang disabilitas melalui pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, setiap anak bangsa memiliki potensi luar biasa yang perlu didukung agar berkembang secara maksimal.
“Prestasi yang diraih Fathir menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa setiap anak bangsa memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita adalah memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal,” ujarnya.
Kini, harapan masyarakat Aceh tertuju kepada Fathir Hidayadi. Dengan doa dan dukungan yang mengalir dari berbagai pihak, ia diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik pada cabang Murattal Al-Qur’an dan mengharumkan nama Aceh di panggung nasional.
Lebih dari sekadar kompetisi, perjuangan Fathir menjadi simbol semangat pantang menyerah dan bukti bahwa prestasi dapat diraih oleh siapa saja. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan motivasi untuk terus melangkah dan membuktikan kemampuan yang dimiliki.[Sumber; Liputan6.com]
