-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh 11–20 April 2026

April 10, 2026 Last Updated 2026-04-10T14:10:31Z

Kondisi Kabupaten Pidie Jaya pascabencana. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati

Banda Aceh –
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi yang mengintai wilayah Aceh pada periode 11 hingga 20 April 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya dinamika atmosfer yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

Informasi tersebut tertuang dalam surat resmi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda yang diterbitkan di Banda Aceh pada 10 April 2026 dan ditujukan kepada Gubernur Aceh. Surat bernomor e.B/ME.02.04/042/KBTJ/IV/2026 itu bersifat penting dengan perihal Info Siaga Bencana Hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dipicu oleh dinamika atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.

“Terpantau adanya gangguan atmosfer yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh,” ujar Nasrol, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir dan angin kencang.

“Kondisi ini dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” jelasnya.

Menurutnya, fenomena tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang mungkin terjadi.

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada periode 11–15 April, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sabang, dan Simeulue. Sementara pada periode 16–20 April, potensi meluas ke Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, dan Subulussalam.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut.

“Informasi ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama,” tutup Nasrol.[]

×
Berita Terbaru Update