-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BI Lhokseumawe Perkuat Sinergi Pemulihan Ekonomi Pascabencana Lewat PASE Fest 2026

Maret 06, 2026 Last Updated 2026-03-06T08:28:40Z


Lhokseumawe –
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menyelenggarakan temu media bersama wartawan lokal guna menyampaikan pelaksanaan Pekan Akselerasi dan Sinergi Ekonomi Syariah Festival (PASE Fest) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Strategic Regional Program (SRP) Bank Indonesia tahun 2026 yang diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi pascabencana secara inklusif dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Bank Indonesia menyampaikan bahwa banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah sebelumnya tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat di sektor informal.

Oleh karena itu, pemulihan ekonomi dinilai perlu dilakukan secara terarah melalui penguatan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi transaksi, serta meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah di masyarakat.

PASE Fest 2026 mengusung tema “Ramadhan: Momentum Bangkit Bersama dalam Bingkai Ekonomi Syariah.” Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe dengan puncak acara pada 7–8 Maret 2026 di Kota Lhokseumawe. Kota ini dipilih karena dinilai telah menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup progresif dan diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi daerah sekitarnya.

PASE Fest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Salah satu agenda utama adalah Bazaar UMKM yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan omzet pelaku usaha, memperluas akses pasar, memperkuat halal value chain, serta mendorong penggunaan transaksi non-tunai.

Menariknya, panitia juga menyediakan kupon diskon khusus bagi 500 pendaftar pertama yang cukup melakukan registrasi dengan memindai QRIS senilai Rp1 di meja pendaftaran.

Selain itu, sejumlah perlombaan edukatif juga digelar untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan tersebut meliputi Olimpiade Ekonomi Syariah, lomba dakwah ekonomi syariah, mewarnai, hafalan surat pendek, adzan, dai cilik, konten reels kreatif, hingga lomba tajhiz mayyit.

Dalam rangka memperkuat pemahaman masyarakat, Bank Indonesia juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi, antara lain terkait penggunaan QRIS, pengendalian inflasi dan belanja bijak, perlindungan konsumen (PEKA), serta kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP).

Kegiatan lainnya yang turut menjadi perhatian masyarakat adalah layanan penukaran uang Rupiah untuk memastikan ketersediaan uang layak edar selama bulan Ramadan. Selain itu, diselenggarakan pula pasar murah guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga kebutuhan pokok.

PASE Fest 2026 juga menghadirkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sebagai strategi menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di daerah. Di sisi lain, sejumlah booth perbankan turut disediakan untuk memperluas inklusi keuangan dan mendekatkan masyarakat dengan layanan perbankan.

PASE Fest 2026 juga dikolaborasikan dengan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Melalui program ini, layanan penukaran uang disediakan di 10 kabupaten/kota dengan total 280 titik layanan PINTAR, yang terdiri atas 44 kegiatan di masjid serta 236 layanan di loket perbankan.

Untuk mendukung kelancaran layanan tersebut, KPwBI Lhokseumawe menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp2,3 triliun, meningkat sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, paket penukaran uang ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per penukar, naik sekitar 23 persen dibandingkan tahun 2025.

Selain kegiatan utama di Lhokseumawe, PASE Fest 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda pendukung di beberapa daerah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Timur, 11 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang, serta 12 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Utara.

Agenda di daerah tersebut difokuskan pada edukasi program Bank Indonesia, pelaksanaan pasar murah, serta layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari Strategic Regional Program 2026, penyelenggaraan PASE Fest menjadi wujud komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat akselerasi dan sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus mendorong percepatan pemulihan ekonomi pascabencana.

Melalui kolaborasi antara otoritas, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat, PASE Fest 2026 diharapkan mampu menumbuhkan optimisme, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat dalam semangat Ramadan.[]

×
Berita Terbaru Update