-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Lhokseumawe Luncurkan Mesin Pengolahan Sampah “Broh Jeut Keu Peng”

Februari 10, 2026 Last Updated 2026-02-10T14:24:12Z


Lhokseumawe —
Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi meluncurkan Program Broh Jeut Keu Peng (sampah jadi uang) dengan mengoperasikan mesin pengolahan sampah berbasis teknologi terbarukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Selasa (10/2/2026).

Peluncuran program ini menandai dimulainya realisasi salah satu program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, yang bertujuan mengubah persoalan sampah dari masalah lingkungan menjadi sumber nilai ekonomi bagi daerah dan masyarakat.

Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Broh Jeut Keu Peng melalui tahapan panjang, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga kajian teknis, sehingga tidak dapat diwujudkan secara instan.

“Alhamdulillah, belum satu tahun saya dan Bang Husaini menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, hari ini kita sudah bisa mewujudkan salah satu janji kampanye kami, khususnya program Broh Jeut Keu Peng,” ujar Sayuti.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi tantangan hampir di seluruh kota di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit daerah yang terpaksa menutup TPA akibat kapasitas yang sudah melebihi daya tampung. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan menjadi solusi yang harus segera diterapkan.

Mesin pengolahan sampah yang dioperasikan di TPA Alue Lim tersebut mampu mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti bahan bakar minyak, plastik olahan, serta produk turunan lainnya. Hasil pengolahan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain pengolahan berbasis teknologi, Pemerintah Kota Lhokseumawe juga akan menerapkan program social engineering melalui sosialisasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Masyarakat yang melakukan pemilahan sampah, khususnya plastik, akan memperoleh manfaat ekonomi melalui skema yang dikelola oleh Koperasi “Broh-Broh” yang turut diresmikan pada kesempatan tersebut.

“Kesadaran masyarakat dalam membuang dan memilah sampah sangat penting. Jika pemilahan dilakukan dengan benar, masyarakat juga akan mendapatkan manfaat ekonomi berupa koin emas,” jelas Sayuti.

Atas terlaksananya peluncuran program ini, Wali Kota Lhokseumawe menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim ahli, seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup, dukungan TNI/Polri, serta semua pihak yang telah bekerja keras hingga program ini dapat terwujud,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kota Lhokseumawe terus berupaya memperkuat sarana pendukung pengelolaan sampah. Dalam waktu dekat, Pemkot dijadwalkan akan menerima bantuan satu unit truk pengangkut sampah dari PT Perta Arun Gas.

Wali Kota berharap, kehadiran mesin pengolahan sampah tersebut tidak hanya mampu mengatasi persoalan lingkungan secara lebih efektif dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Kota Lhokseumawe. []

×
Berita Terbaru Update