-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kasus ISPA Meningkat, Dinkes Banda Aceh Temukan Kasus Positif Influenza A dan B

November 02, 2025 Last Updated 2025-11-02T11:36:23Z

Banda Aceh –
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melaporkan adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak Agustus hingga September 2025, disertai temuan sejumlah pasien positif Influenza A dan B di wilayah Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, menyampaikan hal tersebut saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, jumlah kasus ISPA mengalami kenaikan dari 1.612 kasus pada Agustus menjadi 1.860 kasus pada September 2025.

“Sampai dengan 29 Oktober 2025, dari pemeriksaan 41 spesimen pasien dengan gejala Influenza Like Illness (ILI) di site sentinel ILI UPTD Puskesmas Banda Raya, ditemukan 14 kasus positif Influenza A dan 2 kasus positif Influenza B, sementara 25 lainnya negatif,” terang Wahyudi.

Meski begitu, ia menegaskan agar masyarakat tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Langkah pencegahan bisa dilakukan dengan mencuci tangan memakai sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker terutama saat sakit atau berada di kerumunan, serta menerapkan etika batuk dan bersin,” ujarnya.

Wahyudi mengimbau warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, atau memiliki riwayat kontak dengan faktor risiko untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Kita juga sudah menginstruksikan rumah sakit, puskesmas maupun pustu agar siaga memberikan pelayanan 24 jam. Jadi masyarakat tidak perlu panik, cukup datang berobat jika merasakan gejala,” tambahnya.

Ia memastikan Dinkes Banda Aceh terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanggulangan sesuai prosedur kesehatan.

“Kita juga berkolaborasi dengan BPBD Banda Aceh untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi yang berisiko. Selain itu, kami memastikan tenaga medis dan petugas mendapatkan perlindungan optimal dengan APD sesuai standar serta memperkuat pengendalian infeksi di lingkungan kerja,” tutup Wahyudi.
×
Berita Terbaru Update