-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Aceh Pacu Pembukaan Pelayaran Internasional Krueng Geukueh–Penang Mulai 2026

November 14, 2025 Last Updated 2025-11-14T07:56:33Z

Banda Aceh –
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, memimpin rapat pembahasan Rencana Operasional Angkutan Laut Luar Negeri lintasan Krueng Geukueh–Penang di ruang rapat Sekda Aceh, Kamis (13/11/2025). Rapat turut dihadiri Kadishub Aceh T. Faisal, Kadisperindag Aceh Adi Darma, Kepala Biro Administrasi Pembangunan T. Robby, pimpinan PT Pembangunan Aceh (PEMA), serta perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry dari Banda Aceh, Singkil, dan Calang.

Dalam arahannya, Sekda Aceh menegaskan bahwa pembukaan pelayaran internasional Krueng Geukueh–Penang merupakan bagian dari visi Gubernur Aceh untuk memperkuat konektivitas global dan membuka jalur ekonomi baru dengan Malaysia. Rute tersebut diharapkan menjadi poros baru bagi mobilitas barang dan penumpang, sekaligus memperkuat hubungan dagang antara Aceh dan wilayah utara Semenanjung Malaysia.

“Gubernur meminta agar pelayaran ini segera disiapkan. Kita memiliki Pelabuhan Krueng Geukueh yang siap digunakan dan kapal Aceh Hebat yang bisa dioptimalkan. Pelayaran ini tidak boleh hanya menjadi proyek simbolik, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha Aceh,” ujar M. Nasir.

Ia menjelaskan bahwa untuk tahap awal, Pemerintah Aceh akan mengoperasikan Kapal Aceh Hebat 1 melalui penambahan rute tanpa mengganggu trayek aktif Calang–Sinabang. “Pada tahun pertama, kita fokus pada pelayanan publik. Masyarakat harus melihat bahwa janji Gubernur terkait rute Krueng Geukueh–Penang benar-benar diwujudkan. Trayeknya ditambah, bukan digeser, dan izin pelayaran dimulai dari Sinabang,” tambahnya.

Sekda menegaskan bahwa seluruh proses perizinan lintasan internasional harus dipercepat agar pelayaran dapat mulai beroperasi pada Januari 2026. Ia juga membuka peluang bagi PEMA maupun pihak swasta untuk mengawalinya lebih cepat. “Target kita jelas: kapal Ro-Ro lintasan Krueng Geukueh–Penang harus berlayar pada 2026. Jika PEMA siap mengirim barang mulai tahun ini, pemerintah akan memberi izin dan dukungan penuh. Ini bukan sekadar bisnis, tetapi komitmen menepati janji kepada masyarakat,” tegas M. Nasir.

Sementara itu, Kadishub Aceh T. Faisal memaparkan bahwa jarak pelayaran Krueng Geukueh–Penang mencapai sekitar 205 mil laut. Pemerintah Aceh telah mengirim surat kepada Presiden pada Agustus lalu untuk meminta dukungan pembukaan rute tersebut. Rencana ini juga sedang masuk dalam pembahasan tingkat internasional melalui forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Menurut Faisal, Penang Port telah menyatakan kesediaannya mendukung operasional rute ini dan siap menyediakan fasilitas sandar bagi kapal dari Aceh. Namun, untuk kendaraan darat yang akan memasuki Malaysia, masih diperlukan kesepakatan khusus antarnegara. “Meski ada pembatasan untuk kendaraan, pelayaran tetap dapat dijalankan untuk penumpang dan barang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fasilitas di Pelabuhan Krueng Geukueh sudah sangat siap. Rehabilitasi gudang telah selesai 100 persen, dan terminal penumpang sedang dalam tahap penyelesaian akhir. Seluruh pihak terkait, termasuk Imigrasi dan Karantina, juga menyatakan dukungan penuh bagi pembukaan rute internasional ini.[]
×
Berita Terbaru Update