-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi, Investor Global Berburu Aset Kripto

Juli 12, 2025 Last Updated 2025-07-12T05:47:56Z


Jakarta -
Harga Bitcoin kembali mencetak rekor baru, menandai momentum kebangkitan pasar kripto di tengah gejolak ekonomi global. Kenaikan ini didorong oleh gelombang besar arus dana ke produk exchange-traded funds (ETF) serta spekulasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Mengutip laporan CNBC, pada Kamis (10/7/2025), Bitcoin melonjak 4 persen dan diperdagangkan di angka USD 117.955,25 per koin. Bahkan, sempat menyentuh level tertinggi intraday di USD 118.872,85. Tak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua, turut melesat 6 persen hingga kembali menembus angka psikologis USD 3.000 untuk pertama kalinya sejak Februari 2025.

Salah satu pendorong utama lonjakan harga ini adalah arus dana masif yang masuk ke ETF kripto. Pada hari yang sama, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar USD 1,18 miliar—tertinggi sepanjang tahun 2025. Sementara itu, ETF Ethereum membukukan arus masuk terbesar kedua dalam sejarahnya, yaitu USD 383,1 juta.

Kondisi ini diperkuat oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan akan memberhentikan Ketua The Fed Jerome Powell akibat kebijakan suku bunganya. Isyarat politik ini membuat investor semakin aktif mengalihkan dana mereka ke aset kripto, mendorong total arus masuk ke ETF Bitcoin hingga mendekati USD 16 miliar.
 

Fenomena "short liquidation" juga menjadi katalis besar dalam kenaikan harga Bitcoin. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari USD 550 juta posisi jual (short) Bitcoin dilikuidasi secara paksa karena lonjakan harga. Sementara itu, Ethereum mencatat short liquidation senilai lebih dari USD 195 juta.

Short liquidation terjadi ketika trader yang bertaruh pada penurunan harga dipaksa menutup posisi mereka karena harga justru naik tajam, memicu pembelian paksa yang memperkuat lonjakan harga lebih lanjut.

Dari sisi teknikal, Bitcoin berhasil menembus garis tren atas dari pola descending channel, yang membuka peluang pergerakan harga lebih tinggi. Indikator Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan momentum bullish tanpa memasuki wilayah overbought (jenuh beli), menandakan ruang kenaikan masih terbuka.

Target harga berikutnya diperkirakan berada di level USD 146.400, berdasarkan metode analisis teknikal measuring principle. Namun, analis juga mengingatkan pentingnya memperhatikan level support di kisaran USD 107.000. Jika harga turun di bawah level tersebut, ada kemungkinan akan menguji ulang support kuat di USD 100.000.

Efek domino dari kenaikan Bitcoin juga dirasakan oleh aset digital lain. Saham perusahaan kripto seperti Coinbase dan MicroStrategy melonjak masing-masing 5,4 persen dan 4,7 persen. Hal ini memperkuat pandangan bahwa aset digital kini semakin diperhitungkan oleh institusi keuangan besar sebagai alternatif investasi.

Tren ini turut didorong oleh meningkatnya adopsi Bitcoin oleh korporasi besar, serta pembahasan rancangan undang-undang pro-kripto di Kongres Amerika Serikat yang semakin dekat ke tahap pengesahan.

Dengan kenaikan sebesar 19 persen sepanjang 2025 hingga pertengahan Juli, Bitcoin kembali menunjukkan performa yang bersaing dengan saham-saham teknologi raksasa seperti Nvidia dan Microsoft. Hal ini membuktikan bahwa pasar kripto belum kehilangan daya tariknya, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin akan mencetak rekor-rekor baru dalam waktu dekat dan kembali menjadi primadona di portofolio investor global.[]

×
Berita Terbaru Update