LHOKSEUMAWE - Terhitung baru 3 bulan bekerja, mendadak Tgk H.Syamsul Bahri yang akrab disapa Waled Syamsul mengundurkan dari dari jabatan sebagai Imam Masjid Agung Bujang Salim Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara hingga menuai berbagai kontroversi ditengah publik yang menduga konflik internal dengan BKM menjadi penyebabnya, Jumat (2/5).
Informasi mengundurkan diri Imam Masjid Agung Bujang Salim kini telah menimbulkan tanda tanya besar ditengah masyarakat. Menyusul beredarnya surat pengunduran diri Imam Masjid dari Waled Syamsul kepada Badan Kemakmuran Masjd (BKM) setempat.
Isi surat tersebut Tgk H.Syamsul Bahri menyatakan mulai tanggal 14 April 2025 dirinya telah mengundurkan diri sebagai Imam Masjid Agung Bujang Salim.
Sedangkan alasan Pengunduran diri karena atas kemauan sendiri dan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Namun sayangnya, Syamsul Bahri gagal dikonfirmasi langsung dan tidak mengangkat telpon masuk dan tidak merespon pesan masuk.
Pasca itu sejumlah tokoh masyarakat yang kaget merasa penasaran atas mundurnya imam masjid. Sehingga menimbulkan kecurigaan pengunduran diri Imam Masjid diduga karena faktor adanya konflik internal dengan sesama pengurus masjid.
Salah seorang Geusyik Uteun Gelinggang Yusuf Beransyah mengatakan pihaknya mencium adanya persoalan internal sebagai pemicu yang memaksa Imam Masjid mengundurkan diri.
Yusuf menilai mundurnya Imam Masjid telah membuat masyarakat terkejut dan kini menjadi buah bibir disetiap warung kopi dan tempat umum.
Yusuf berharap semua pihak harus menghentikan tindakan yang menimbulkan persoalan dalam rumah ibadah.
Hal serupa juga diungkapkan mantan Geusyik dan mukim di Kec. Dewantara H. Razali Cut yang menyayangkan konfik yang membuat Imam Masjid Mengundurkan diri.
Razali menyebutkan di Kab. Aceh Utara memiliki tiga unit masjid Agung. Diantaranya Masjid Agung Kec. Panton Labu, Masjid Agung Lhoksukon dan Masjid Agung di Kec. Dewantara.
Mengingat hal ini terjadi dalam pengurusan Masjid Agung Bujang Salim pihak Pemkab Aceh Utara atau Bupati Aceh Utara melalui dinas terkait diminta agar dapat turun tangan menyelesaikan persoalan internal antar pengurus masjid Agung Bujang Salim.
Karena bila terus dibiarkan tanpa penyelesaian tentu dikhawatirkan bisa berimbas terhadap pelaksanaan ibadah dalam Masjid Agung.
Sementara itu Ketua Badan Kemakmuran Masyarakat (BKM) Masjd Bujang Salim, Tgk Jalaludin yang akrab disapa Waled Jala membantah terkait dugaan adanya konflik internal.
Bahkan dirinya sendiri juga merasa kaget atas pengunduran diri Waled Syamsul yang sangat mendadak.
Selama ini hubungan komunikasi dengan Waled Syamsul selalu aktif, tapi tidak pernah mendengar adanya keluhan.
Apalagi Waled Syamsul sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil Ketua BKM tentunya punya hubungan komunikasi yang baik dengan Waled Jala.
Waled Jala juga sempat terperanjat juga, karena sangat banyak orang mempertanyakan pengunduran diri Imam Masjid.
Bahkan Bupati Aceh Utara Ayah Wa juga menghubungi dirinya untuk mempertanyakan hal sama soal faktor mundurnya Imam Masjid.
Waled Jala pun memberi penjelasan bahwa tidak ada konflik atau masalah internal dan semua masih baik-baik saja.
“ Tapi entahlah. Kita juga pernah bercanda biasa saat kumpul bersama. Apakah mungkin hal itu membuat Waled Sul tersinggung, mungkin saja, “ tuturnya.
Meski Imam Masjid sekarang sedang kosong namun hal itu sama sekali tidak mengganggu pelaksanaan ibadah.
“Karena Imam Masjid sebelumnya ada yang meninggal. Selama kekosongan jabatan tentunya kami pengurus tetap melaksanakan ibadah seperti biasa,” jelasnya.[Zainuddin]
