-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Milad ke-7 DEM Aceh, Dorong Generasi Muda Ambil Peran Strategis di Sektor Energi

Oktober 21, 2026 Last Updated 2026-10-21T13:34:46Z


LHOKSEUMAWE –
Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh mendorong generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan sektor energi di Aceh. Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Milad ke-7 melalui kegiatan Next Gen Energi Aceh yang berlangsung di VIP Room Royal Coffee Space, Lhokseumawe, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang diikuti 67 peserta dari berbagai kalangan itu menjadi ruang silaturahmi, diskusi, dan kolaborasi antara pemuda, mahasiswa, tokoh daerah, akademisi, organisasi kepemudaan, serta perwakilan industri untuk membahas masa depan energi Aceh.

Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, mengatakan peringatan milad bukan sekadar seremoni bertambahnya usia organisasi, melainkan momentum untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus memperkuat komitmen dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan sektor energi.

Sejak berdiri pada 20 Oktober 2019, DEM Aceh telah menjalankan berbagai program, mulai dari seminar energi, Sekolah Kepemudaan Energi, pengabdian lingkungan, perlombaan, hingga forum diskusi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

“Semua itu menjadi bagian dari upaya kami membuka ruang belajar dan memperluas keterlibatan anak muda dalam sektor energi,” ujar Faizar.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi sumber daya energi yang besar. Namun, kekayaan sumber daya alam tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten agar pengelolaannya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi DEM Aceh, energi bukan hanya tentang minyak dan gas bumi atau besarnya potensi sumber daya alam yang kita miliki. Energi juga berbicara tentang manusia, pengetahuan, keberanian, dan masa depan. Sebesar apa pun potensi energi Aceh, semuanya membutuhkan sumber daya manusia yang siap mengelola, mengembangkan, dan memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Melalui semangat Geutanyoe Muda, Geutanyoe Energi, DEM Aceh ingin mendorong mahasiswa dan pemuda agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah perkembangan sektor energi di daerahnya sendiri. Generasi muda diharapkan mampu mengambil bagian melalui peningkatan kompetensi, penguasaan pengetahuan, serta keterlibatan dalam dunia industri dan perumusan kebijakan energi.

Faizar juga menyampaikan apresiasi kepada para pendiri, mentor, senior, pengurus, perusahaan sektor energi, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), akademisi, dan mitra yang selama ini mendukung perjalanan DEM Aceh.

“Organisasi tidak hanya diukur dari seberapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan dan seberapa banyak generasi muda yang berhasil dipersiapkan,” ujarnya.

Pengelolaan Energi Harus Berdampak bagi Masyarakat

Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Sudirman Haji Uma, M.Sos., dalam kegiatan tersebut menyoroti pentingnya optimalisasi pengelolaan sumber daya alam Aceh. Menurutnya, pengelolaan potensi daerah perlu disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan sinergi antara pemerintah, industri, serta masyarakat.

Sementara itu, Founder DEM Aceh, Royhan, menekankan bahwa pengembangan sektor energi membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki kapasitas dan kompetensi memadai.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting untuk mempersiapkan tenaga profesional, inovator, dan pelaku usaha yang mampu menjawab kebutuhan industri energi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Perspektif dunia usaha turut mengemuka dalam sesi diskusi yang menghadirkan Rahmad Baihaqi dari MPI Kota Lhokseumawe. Ia membahas pentingnya kemudahan investasi, kepastian usaha, dan kesiapan tenaga kerja lokal dalam mendukung pertumbuhan industri energi.

Pengalaman PT Arun pada masa kejayaannya juga menjadi salah satu pembelajaran mengenai besarnya peran industri energi dalam menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja di Lhokseumawe.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa pengembangan sektor energi tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya alam. Iklim investasi yang kondusif, tenaga kerja lokal yang kompeten, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Aceh.

Perkuat Soliditas dan Gerakan Pemuda Energi

Koordinator Harian DEM Aceh, Mulyadi, S.Pd., menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan memastikan gerakan pemuda energi terus berlanjut. Menurutnya, perjalanan tujuh tahun DEM Aceh merupakan hasil kerja kolektif, kebersamaan, dan dukungan berbagai pihak.

Ia berharap momentum milad menjadi pengingat bagi seluruh pengurus untuk terus menjaga semangat pengabdian, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa serta masyarakat.

“Perjalanan tujuh tahun ini bukan hanya tentang apa yang telah kita lakukan, tetapi juga tentang apa yang akan kita teruskan. Kepengurusan boleh berganti, tetapi semangat perjuangan dan persaudaraan harus tetap terjaga. Kita ingin DEM Aceh terus menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berkembang, dan mengambil peran dalam pembangunan energi Aceh,” kata Mulyadi.

Selain diskusi dan refleksi perjalanan organisasi, peringatan Milad ke-7 DEM Aceh juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur serta pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial.

Memasuki usia ketujuh, DEM Aceh berharap program Next Gen Energi Aceh dapat terus dikembangkan sebagai wadah peningkatan kapasitas, kepemimpinan, pengetahuan, dan kompetensi generasi muda dalam menghadapi dinamika industri serta tantangan energi masa depan.

DEM Aceh menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran mahasiswa dan pemuda sebagai bagian dari ekosistem pembangunan energi Aceh. Dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, potensi energi daerah diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KNPI Kota Lhokseumawe, Muhammad Ajuar, S.AP.; Bendahara Umum KNPI, T. Saifullah; Ketua GEKRAFS Kota Lhokseumawe, Alfa Khalil Ikram; Founder Yayasan Geutanyoe, Iskandar atau Nyak Is; Wakil Ketua HIPMI Lhokseumawe sekaligus CEO Aceh Media Tama, Dedy Maulana; Humas Harbour Energy, Ady Irawan; Presiden FKM Aceh Utara, Kusyari; Presiden UIN, Fauzan Azima; tokoh Aceh Utara, Aris Munandar; serta Muhammad Daod atau Mayor Daod dan Muhammad Furqan selaku staf ahli Haji Uma.

Hadir pula perwakilan PT Perta Arun Gas (PAG), pengurus KNPI, mahasiswa, pemuda, dan perwakilan berbagai organisasi kepemudaan serta unsur lainnya.

Mengusung semangat Geutanyoe Muda, Geutanyoe Energi, peringatan tujuh tahun DEM Aceh menjadi penegasan bahwa masa depan energi Aceh tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi sumber daya alam, tetapi juga oleh kesiapan generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan mengambil peran dalam pembangunan.[]

×
Berita Terbaru Update