-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Taruna Baru Politeknik Pelayaran di Aceh Meninggal Saat Masa Orientasi

September 28, 2026 Last Updated 2026-09-28T05:54:49Z

Jenazah Teuku Rasya Fadilah. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh –
Muhammad Rasya Fadhillah (18), taruna baru di salah satu Politeknik Pelayaran di Aceh Besar, meninggal dunia saat menjalani masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek), Minggu (27/9/2026).

Rasya, warga asal Kota Lhokseumawe, disebut mengalami demam dan sesak napas sebelum kondisinya memburuk. Kabar tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari pihak keluarga, terutama terkait kondisi kesehatan Rasya sebelum meninggal dunia.

Ibunda Rasya, Laila, mengatakan putranya baru sekitar satu bulan menjalani pendidikan di Politeknik Pelayaran tersebut. Masa orientasi bagi taruna baru telah berlangsung sekitar empat hari.

“Ospek sejak empat hari lalu dan direncanakan sampai bulan 12 nanti,” kata Laila saat dihubungi, Senin (28/9/2026).

Menurut Laila, pada Sabtu (26/9), keluarga mendapat informasi dari teman-teman Rasya dan pihak kampus bahwa kondisi anaknya sedang mengalami demam.

Rasya kemudian mengonsumsi obat. Dalam kondisi tersebut, ia juga disebut sempat meminta untuk mendapatkan infus.

Namun, menurut keterangan Laila, kondisi Rasya justru semakin memburuk setelah mendapatkan pengobatan. Ia menyebut tubuh anaknya mengalami pembengkakan dan Rasya mengalami sesak napas.

“Anak saya demam, sempat makan obat, bahkan dia minta diinfus. Setelah diinfus kondisinya makin parah, seperti alergi obat. Badannya bengkak-bengkak,” ujar Laila.

Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Ketika kondisi Rasya semakin mengkhawatirkan, ia kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Laila mengatakan keluarga mendapat kabar bahwa kondisi Rasya telah kritis sekitar pukul 14.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, keluarga yang berada di Lhokseumawe langsung berangkat menuju Banda Aceh.

Namun, sebelum keluarga tiba di rumah sakit, mereka mendapat kabar bahwa Rasya telah meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB.

“Menurut kabar dari pihak rumah sakit diduga karena alergi obat,” kata Laila.

Keluarga juga menyebut Rasya sempat mengalami sesak napas. Laila mengatakan terdapat lebam pada bagian wajah, dada, dan sejumlah bagian tubuh putranya.

Meski demikian, penyebab pasti kematian Rasya belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan keluarga. Dugaan reaksi alergi terhadap obat juga masih memerlukan penjelasan dan pemeriksaan medis dari pihak berwenang.

Hingga berita ini ditulis, pihak Politeknik Pelayaran terkait belum memberikan tanggapan atas kejadian tersebut. Konfirmasi mengenai rangkaian kejadian, kondisi Rasya selama mengikuti masa orientasi, serta penanganan medis yang diberikan masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh.

Keluarga berharap kejadian tersebut dapat dijelaskan secara terang sehingga penyebab meninggalnya Rasya dapat diketahui berdasarkan fakta dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.[]

×
Berita Terbaru Update