-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tujuh Guru Besar Baru Unimal Dikukuhkan, Perkuat Riset dan Kontribusi bagi Bangsa

April 20, 2026 Last Updated 2026-04-20T08:32:27Z


Reuleut –
Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan tujuh guru besar baru, Senin (20/4/2026), di Auditorium Tgk. Abdul Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara.

Ketua Senat Unimal, Deassy Siska, MSc, menyampaikan bahwa ketujuh guru besar yang dikukuhkan berasal dari empat fakultas. Rinciannya, dua orang dari Fakultas Pertanian, dua dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dua dari Fakultas Hukum, serta satu dari Fakultas Teknik.

Adapun dosen yang dikukuhkan yakni Prof. Mawardati sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Produksi Pertanian, Prof. Laila Nazirah (Pemuliaan Tanaman), Prof. Asnawi (Ekonomi Pertanian), Prof. Ghazali Syamni (Perilaku Keuangan), Prof. Faisal (Hukum Ekonomi Islam), Prof. Malahayati (Hukum Internasional), serta Prof. Arnawan Hasibuan (Teknologi Rekayasa Energi Berkelanjutan).

“Pengukuhan guru besar ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Malikussaleh,” kata Deassy.

Dengan penambahan tersebut, jumlah guru besar di Unimal kini mencapai 25 orang. Deassy berharap, peningkatan jumlah profesor dapat memperkuat atmosfer akademik kampus, khususnya dalam menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra Asean Eng, menyampaikan bahwa pencapaian gelar profesor bukanlah akhir, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia mengingatkan, di tengah kondisi geopolitik global yang tidak stabil dan berdampak pada Indonesia, para profesor diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui pemikiran yang konstruktif dan solutif.

“Para profesor harus mampu menghadirkan optimisme, memberikan solusi, dan tidak terjebak dalam pola pikir sempit. Fokus utama ke depan adalah memperbanyak riset yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan bangsa,” tegasnya.

Rektor juga menyoroti bahwa jumlah profesor di Indonesia masih sangat terbatas, sehingga peran mereka menjadi krusial dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Ia mendorong para guru besar untuk tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga menghasilkan riset berkualitas yang berdampak nyata.

Selain itu, para profesor diharapkan menjadi teladan dalam kehidupan akademik maupun sosial, serta menghadirkan pemikiran yang menyejukkan dan membangun.

Acara pengukuhan turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, para pimpinan perguruan tinggi, unsur kejaksaan, serta tamu undangan lainnya.[]

×
Berita Terbaru Update