-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ribuan Mangrove Ditanam di Bireuen, Perkuat Benteng Pesisir dari Abrasi

Juni 29, 2025 Last Updated 2025-06-29T09:49:51Z

Bireuen – Upaya pelestarian lingkungan dan pencegahan abrasi di kawasan pesisir terus diperkuat di Kabupaten Bireuen. Sebanyak 12 ribu bibit pohon mangrove ditanam secara massal di sepanjang saluran tambak Gampong Jangka Alue U, Kecamatan Jangka, pada Sabtu (28/6/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung program penghijauan sekaligus membangun ketahanan wilayah pesisir terhadap ancaman abrasi.

Penanaman mangrove ini melibatkan puluhan warga, aparatur gampong, unsur Pemerintah Kabupaten Bireuen, Camat Jangka, Yayasan Aceh Ocean Coral, serta berbagai lembaga pemerhati lingkungan lainnya. Bibit mangrove setinggi 25–30 cm tersebut kini menghiasi alur saluran tambak, membentuk barisan benteng hijau alami yang akan tumbuh melindungi daratan dari hempasan gelombang laut.

Keuchik Gampong Jangka Alue U, Ridwan, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program ini dan telah mengerahkan warga untuk terlibat aktif. “Hutan mangrove sangat penting untuk penghijauan dan pencegahan abrasi di kawasan tambak. Sekarang ada bantuan penanaman, dan kami laksanakan sebaik mungkin,” ujar Ridwan penuh semangat.

Hal senada disampaikan oleh Camat Jangka, Alfian, S.Sos., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan efektivitas mangrove dalam menahan abrasi serta pentingnya memperluas cakupan penanaman ke seluruh saluran tambak yang ada di kecamatan tersebut. “Harapan kami, seluruh saluran tambak ke depan bisa ditanami mangrove agar ekosistem pesisir semakin kuat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Asisten II Setdakab Bireuen, Dailami, SHut, Mling, yang turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini. Ia mengingatkan pentingnya koordinasi berkelanjutan, mengingat potensi adanya proyek normalisasi atau pelebaran saluran di masa mendatang yang bisa berdampak pada tanaman mangrove yang telah ditanam.

Ketua Yayasan Aceh Ocean Coral, Tajuddin, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari program konservasi lingkungan yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Ia mengungkapkan bahwa penanaman mangrove di Jangka Alue U merupakan kelanjutan dari keberhasilan program sebelumnya di pesisir Pantai Kuala Jeumpa.

“Keberhasilan kami di Pantai Kuala Jeumpa menjadi motivasi besar untuk melanjutkan penanaman mangrove di lokasi-lokasi lain. Di Jangka Alue U, kami melihat semangat warga dan perangkat desa sangat tinggi, ini yang membuat kami optimistis hasilnya akan maksimal,” tutur Tajuddin.

Ia menambahkan, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam menyelamatkan ekosistem pesisir dan memperkuat keseimbangan lingkungan. “Mangrove memiliki banyak manfaat. Selain mencegah abrasi, ia juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut serta menyerap karbon dioksida,” tambahnya.

Kegiatan penanaman mangrove juga ditandai dengan aksi simbolis yang melibatkan semua unsur warga, aparat desa, camat, hingga perwakilan dari Pemkab Bireuen dan lembaga pelaksana. Momen ini menggambarkan kekompakan dan sinergi antar elemen dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menuju Masa Depan Pesisir yang Berkelanjutan

Dengan penanaman ribuan mangrove ini, masyarakat Jangka Alue U tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan. Harapan akan masa depan yang lebih hijau, pantai yang lebih kokoh, serta ekosistem yang lebih seimbang.[]

×
Berita Terbaru Update