-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kapal Induk Amerika USS Nimitz Lintasi Laut Aceh, Ini Kata TNI

Juni 21, 2025 Last Updated 2025-06-21T03:30:39Z

MILITER: Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz melintas di laut Aceh, Selasa (17/6/2025). (X/@yosoyliborio/@NULOOKREFINISH)

Jakarta
- Kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz, dilaporkan melintas di perairan Selat Malaka dan membelah laut Aceh pada Selasa, 17 Juni 2025, dengan kecepatan tinggi lebih dari 30 knot.

Keberadaan kapal Induk Amerika melintas di laut Aceh tersebut sempat terekam kamera nelayan lokal dan menjadi viral di media sosial.

Hal ini memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan misi militer ke Timur Tengah di tengah konflik yang memanas antara Iran dan Israel.

Namun, TNI menegaskan pelayaran USS Nimitz melintasi laut Aceh itu sah dan sesuai dengan ketentuan hukum laut internasional, terutama Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

"USS Nimitz terpantau terakhir mengaktifkan AIS pada posisi TSS tepatnya Utara Belawan 3 hari yang lalu tanggal 17 Juni 2025. Sehingga berlaku hak lintas damai sesuai dengan UNCLOS 82 dan history track USS Nimitz terpantau mulai dari Laut Natuna Utara," jelas Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul, Jumat (20/6).

Dalam catatan pelacakan otomatis (AIS), USS Nimitz terlihat berlayar dari Laut China Selatan, masuk ke Laut Natuna Utara, lalu melintasi perairan utara Belawan, hingga ke Selat Malaka dan Samudera Hindia.

Posisi tersebut merupakan jalur pelayaran internasional yang dikenal sebagai Traffic Separation Scheme (TSS), di mana kapal perang asing pun berhak melintas selama mengikuti prinsip hak lintas damai atau transit passage, dan tidak melakukan ancaman terhadap kedaulatan negara pantai.

“Kapal tersebut berlayar di Selat Malaka dengan menggunakan Hak Lintas Transit. Sesuai dengan ketentuan dalam UNCLOS 1982, kapal-kapal asing, termasuk kapal perang, diperbolehkan melintas tanpa harus meminta izin kepada negara pantai, selama tetap mematuhi aturan pelayaran internasional dan tidak membahayakan keamanan wilayah yang dilintasi,” terang Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Spekulasi keterlibatan kapal induk tersebut ke wilayah Timur Tengah tetap mencuat, mengingat waktu pelayaran USS Nimitz yang berdekatan dengan memanasnya situasi di kawasan tersebut.

Sementara itu, TNI menyatakan akan terus memantau pergerakan kapal asing di perairan strategis Indonesia, khususnya di Selat Malaka dan sekitarnya.

“TNI AL terus melaksanakan pemantauan baik menggunakan sistem surveillance maupun unsur-unsur patroli terhadap seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Malaka,” tegas Laksamana Pertama Tunggul. [jawapos]

×
Berita Terbaru Update